Bontang

Pengelola Sungai Belanda Ikut Bimtek

 

Di Dinas Pariwisata Kaltim, Diikuti Seluruh Pengelola Wisata se-Kaltim

BONTANG – Sungai Belanda menjadi salah satu destinasi wisata di Bontang yang akan terus dikembangkan. Hal ini seiring program Pemkot Bontang, yang akan menjadikan kawasan tersebut, menjadi salah satu ikon wisata di Kota Taman.

Kesempatan ini pun didapat, melalui program langsung dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan mengundang seluruh pengelola objek wisata di setiap kabupaten atau kota, yang mengambil tema “Wisata bahari dan minat khusus sebagai penggerak destinasi Pariwisata”.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang  Bambang Cipto Mulyono menjelaskan, sehubungan adanya surat permohonan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim belum lama ini,  Disporapar pun menunjuk salah seorang dari perwakilan  Karang Taruna Bontang Kuala (BK) pengelola wisata Sungai Belanda untuk ikut serta dalam bimbingan tersebut selama dua hari, yakni Rabu (12/4)-Kamis (13/4) di Samarinda. Dengan harapan yang dikirim nanti dapat mengembangkan  wisata yang dikelolanya sampai saat ini.

“Dengan tema bahari, yang saya rasa cocok ditunjuk mengikuti  Bimtek tersebut adalah Karang Taruna BK,  karena melihat potensi wisata yang dikelola mereka  terus berkembang,” jelasnya, Senin (10/4) kemarin.

Bambang menambahkan, dalam kegiatan tersebut, Dinas Pariwsiata Provinsi Kaltim akan memfasilitasi peserta. Namun hanya dua peserta saja, yang mana seorangnya adalah pengelola objek wisata dan satunya  pendamping.

“Kami akan mengirim dua orang dalam kegiatan tersebut, satu dari Ketua Karang Taruna BK Zulkarnain dan satunya lagi dari staf kami (Disporapar, Red),” tutupnya, Senin (10/4) kemarin. (ver)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button