Breaking News

Ismunandar: Terus Jaga Persatuan

Harlah GP Anshor ke-83 di Kutim Meriah

SANGATTA- Peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-83 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berlangsung meriah, Sabtu (22/4) lalu. Selain mengadakan seminar terkait Aswaja dan Islam Nusantara, kegiatan pamungkas dilaksanakan pada Senin (24/4) lalu, ditandai dengan digelarnya apel kebangsaan dan ditutup istighosah serta pengajian akbar. Diikuti oleh ribuan Nahdliyin dengan penuh rasa syukur dan suka cita.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ismunandar, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekretaris Kabupaten (Setkab) Irawansyah, Mujiburohman Komandan Densus 99 Banser Indonesia, yang kemudian bersama-sama mendengarkan ceramah dari KH M Faris Fuad Hasyim dari Pesantren Buntet, Cirebon Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Ismunandar mengaku bangga atas apa yang dilakukan GP Ansor dalam memperkuat komitmen persatuan dan kesatuan bangsa. Dukungan dari GP Ansor yang merupakan sayap kepemudaan dari NU, telah dibuktikan oleh sejarah panjang. Mulai dari berjuang saat pra kemerdekaan republik Indonesia, lalu mempertahankan kemerdekaan di tahun 1945, hingga membendung komunisme di tahun 1965 dengan peristiwa pemberontakkan PKI.

“Siapa yang mempertahankan NKRI dan menghancurkan pemberontakkan PKI, jika bukan Banser Ansor yang telah terukir panjang dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Bahkan saya memiliki paman yang turut andil dalam memberantas PKI yang mencoba merongrong NKRI. Jika saya seusia beliau, tentu saya akan bersama-sama melakukannya. Jika saat ini ada organisasi yang menyebut pemerintah Indonesia Thaghut. Maka kita harus melawannya dan mempertahankan NKRI,” tegas mantan Ketua Tanfidiyah Nahdlatul Ulama (NU) Kutim ini.

Islam Nusantara adalah ciri khas Indonesia dan perlu dipertahankan sehingga apa yang dilakukan oleh GP Ansor adalah upaya yang patut didukung penuh. Ansor harus menjaga dan membangun komunikasi dengan seluruh pihak, bahwa telah satu tekad dan bulat dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Menurut Ismu siapapun pemimpinnya yang terpenting adalah tetap menjaga BKRI. Untuk itu dia meminta di kecamatan-kecamatan yang ada di Kutim dan belum terbentuk Ansor dan Banser, untuk dapat segera dibentuk.

“Walau kemudian segala fitnah maupun bully-an ditebar, tetapi jangan sekali-kali mengusik langsung Nahdlatul Ulama,” ungkap Ismunandar disambut tepuk tangan meriah kaum nahdlyin.

Sementara itu Ketua Tanfidiyah NU Kutim Irawansyah mengungkapkan jika dirinya didampuk sebagai Ketua oleh persetujuan dan dorongan Ketua sebelumnya yakni H Ismunandar. Untuk itu komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI oleh NU beserta seluruh Banom NU yang didalamnya terdapat GP Ansor, adalah sebuah sikap nyata yang dilakukan sesuai dengan amanat para kyai-kyai sepuh dan sejarah awal Nahdlatul Ulama terbentuk.

Ketua GP Ansor Kutim Zainul Arifin menambahkan, bahwa dalam menggagas semangat menjaga keutuhan bangsa dan negara. (hms5)

Apa Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close