Breaking News

Di Depan Bonek, Ketum PSSI Tegaskan Akan Menghidupkan Persebaya

SURABAYA – Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memenuhi janjinya untuk datang ke Surabaya. Seperti janjinya, pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad itu pun bertemu dengan para manajemen dan para pengurus klub internal Persebaya Surabaya. Edy juga berdiskusi dengan perwakilan suporter Persebaya, Bonek.

Pertemuan berlangsung di Semanggi Room, Graha Pena, Surabaya, Rabu siang (28/12). Edy tidak datang sendiri. Dia hadir bersama Joko Driyono dan Iwan Boedianto. Keduanya merupakan wakil ketua umum PSSI. Edy juga didampingi Sekjen PSSI Ade Wellington.

Di depan manajemen, pengurus klub internal, dan suporter Persebaya, Edy memaparkan visi serta misinya dalam memajukan sepak bola Indonesia. Dimana salah satunya berkaitan dengan kekuatan tim-tim tradisonal Indonesia.

”Anda tidak perlu meminta, sebab saya akan hidupkan Persebaya Surabaya,” tegas Edy yang langsung disambut tepuk tangan. ”Saya ingin lima kekuatan tradisional sepak bola Indonesia bangkit,” imbuhnya.

Selain Persebaya, lima kekuatan tradisional sepak bola Indonesia itu adalah PSM Makassar, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSMS Medan. ”Saya tahu Persebaya ini memiliki banyak potensi. Karena itu, Persebaya akan saya hidupkan. Untuk itu, saya minta suporter Surabaya menjaga nama baik Persebaya serta Surabaya,” ujar Edy.

Persebaya disebut Edy bakal dikeluarkan dari ”kotak” kembali. Keputusan itu akan diambilnya dalam rapat pengurus PSSI 6 Januari. Keputusan tersebut akan dilegitimasikan dalam Kongres Tahunan PSSI dua hari kemudian. Atau 8 Januari di Bandung.

”Yang pasti Persebaya tidak akan bermain di ISL (Indonesia Super League, Red). Kuota ISL itu 18 tim dan sudah ada yang mengisi. Bisa jadi di Divisi Utama. Tapi, keputusan finalnya 8 Januari,” papar Edy. (fim/jpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button