Breaking News

Infrastruktur Penunjang Pariwisata Kutim Masih Buruk

Pemkab Janji Segera Lakukan Pembenahan

SANGATTA – Kutai Timur (Kutim) sebenarnya memiliki banyak potensi objek wisata yang dapat menjadi unggulan. Seperti Pantai Teluk Lombok di Desa Sangkima dan Pantai Sekerat di Kecamatan Bengalon. Namun sayang, buruknya fasilitas penunjang terutama infrastruktur jalan menjadi kendala dalam memasarkannya.

Akibatnya, warga pun harus menunggu waktu-waktu tertentu untuk dapat mengunjungi objek wisata tersebut.

Ridho (36) misalnya, warga Bengalon mengaku hanya mengunjungi objek wisata Pantai Sekerat saat cuaca sedang cerah saja. Sebab, saat cuaca hujan jalan menuju objek wisata tersebut sulit dilalui. Karena cukup licin dan becek.

“Yah susah juga mas kalau mau ke sana (Pantai Sekerat, Red.). Jalan menuju kesananya itu yang bikib saya malas. Padahal objek wisatanya bagus,” aku Ridho.

Dia menerangkan, untuk dapat mencapai objek wisata pantai itu dirinya harus berjuang melalui jalan eks perusahaan kayu. Kondisinya becek dan licin saat hujan karena masih berupa jalan agregat. Selain itu, medan yang dilalui juga cukup menantang, karena banyak terdapat jalan menanjak dan menurun serta jurang dikiri kanan jalan.

“Masalah lain, saat sampai di pantai, fasilitas penunjang seperti kamar mandi dan toilet juga belum laik. Yang ada saat ini hanya milik masyarakat sekitar yang dibuat seadanya,” katanya.

Kondisi serupa, juga tidak jauh berbeda dengan objek wisata di Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Sangatta Selatan. Jalan akses menuju pantai yang berada diareal PT Pertamina EP Sangatta Field juga masih berupa agregat tanah. Sehingga saat musim penghujan, jalan akan sulit dilalui pengendara. Khususnya yang menggunakan sepeda motor.

“Sebenarnya, warga yang datang kesini (Teluk Lombok, Red.) senang saja dengan pemandangan dan pantainya. Tapi, banyak yang mengeluh soal jalan. Makanya kalau sudah musim penghujan seperti sekarang, hanya beberapa pengunjung saja yang datang,” terang Anca (39) warga Sangkima.

Menurut dia, keluhan soal perbaikan akses jalan pun sudah beberapa kali disampaikan ke pemerintah. Tapi, alasannya terkendala soal status lahan yang berada di dalam kawasan TNK (Taman Nasional Kutai).

“Makanya kami juga bingung bagaimana wisata ini bisa ramai dikunjungi kalau kondisi jalannya buruk seperti ini. Harapan kami pemerintah bisa cari solusi terbaik,” ujarnya.

Belum lama ini, Bupati Kutim, Ismunandar mengatakan jika pihaknya akan segera bergerak dalam menata dan mengelola obyek pariwisata yang ada di Kutim. Ia pun mencontohkan beberapa obyek wisata yang salah satunya adalah Pantai Sekerat di Kecamatan Bengalon. Akselerasi Pemkab untuk menggenjot pariwisata dibuktikan dengan disahkannya Perda tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

“Kita terus berupaya untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas penujang di obyek pariwisata,” katanya. (aj/hd)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button