Bontang

Tanamkan Penguatan Pendidikan Karakter, SMPN 1 Bontang Ajak Wali Murid Ikut Berperan

BONTANG – Setelah Ramadan nanti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dilaksanakan. Setiap sekolah mempersiapkannya dengan menunjukkan program-program yang dimilikinya. Sehubungan dengan itu, SMPN 1 Bontang memiliki program yang kuat yakni pembangunan karakter. Purwanto, Kepala Sekolah SMPN 1 Bontang mengatakan, bahwa sekolahnya menjadi rujukan mengenai character building tersebut.

Siswa dikenalkan dengan pembangunan mental, mulai masuk halaman sekolah sampai waktu pulang. Ketika di depan ruang kelas siswa akan memberi salam kepada guru yang mengajar, kemudian selama 15 menit akan ada waktu untuk membaca Kitab Suci sesuai dengan agamanya masing-masing. Setelah itu salah satu siswa akan membacakan cerita yang disukainya.

“Hal ini merupakan latihan bagi murid untuk gemar membaca,” ujarnya. Seperempat jam kemudian para siswa dan guru akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa sebelum memulai proses belajar-mengajar.

Siang hari siswa dan guru melakukan Salat Zuhur bersama. Selanjutnya, sebelum jam pulang sekolah, penanaman karakter dilakukan dengan menyanyi lagu daerah dan ditutup dengan aksi memungut sampah anorganik, sebagai tiket untuk bisa meninggalkan sekolah.

Purwanto menjelaskan, penanaman karakter ini tidak bisa dilakukan pada saat di sekolah saja, tetapi ia menghimbau kepada orang tua untuk ikut berpartisipasi. Parenting class merupakan solusi tepat guna memberi contoh kepada anak-anak, mengenai sosok-sosok yang bisa memberikan inspirasi. Dalam kelas tersebut, orang tua menuturkan motivasi untuk menjadi pegangan para siswa melalui kisah inspiratifnya.

“Jaman sekarang anak tidak bisa hanya diperintah dengan verbal saja, perlu ada contoh,” sambungnya.

Di sisi lain,  ia menjelaskan, bahwa kondisi perekonomian saat ini juga berimbas pada sekolah yang dipimpinnya. Sekolah hanya memperoleh 5 juta per bulan. Situasi ini sangat jauh dengan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Biaya untuk membayar guru ekstrakurikuler harus dipending dahulu.  “Hanya bisa menjanjikan, kalau sudah ada dana yang kami bayar,”  ucapnya. Purwanto berharap situasi ini segera pulih, sehingga apa yang sudah dirancangkan sekolah bisa terwujud. (*/Ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button