Bontang

Penumpang Keluhkan Harga Tiket Yang Tak Sesuai

Seribuan Penumpang Mudik untuk Keberangkatan Terakhir

BONTANG – Arus mudik Lebaran melalui sektor transportasi laut ditutup pada Jumat (23/6) kemarin, dengan keberangkatan KM Queen Soya. Sebanyak 1.428 penumpang hendak berlayar menuju Parepare dari beberapa daerah sekitar Kota Bontang.

Jumlah tersebut mendekati kotoa penumpang KM Queen Soya yang berkapasitas 1.600 penumpang. Namun keberangkatan kali ini menyisakan keluhan para penumpang yakni seputar harga tiket dengan fasilitas yang tidak sesuai.

Salah satunya dirasakan oleh Andi Nur (32), penumpang yang berasal dari Sangatta. Ia sudah berada di Pelabuhan Loktuan sejak Kamis (22/7) untuk memperoleh tiket. Nasib pilu dialami setelah mengetahui bahwa harga tiket ekonomi yang dibeli terdapat coretan.

“Tiket saya sebenarnya seharga Rp 245.000 tetapi ada coretan menjadi Rp 365.000. Lokasi dek yang saya dapatkan yakni dekat musala kapal, tepatya bagian dek terbuka atas kapal,” terangya.

Kegelisahan serupa juga dialami oleh Aisya (30) warga Tanjung Santan. Ia memperoleh lokasi yang sama dengan Andi Nur. Akan tetapi harga yang dibeli terjadi perbedaan yang signifikan.

“Saya membeli tiket melalui calo, dengan harga Rp 600.000. Apakah kondisi ini layak sementara saya mendapat tempat di atas yang rawan terjadi kebocoran jika terjadi hujan mengingat hanya beratapkan dengan seng,” ujar perempuan yang mudik bersama suaminya ini.

Kondisi lebih mengenaskan dialami oleh beberapa remaja dari sebuah organisasi di Sangatta. Bagaimana tidak, lokasi ruang Anak Buah Kapal (ABK) diperdagangkan kepada masyarakat umum. Sementara tiap orang dikenai harga tiket sesuai dengan tarif ekonomi.

“Tiap orang membayar Rp 395.000, tetapi kami ditempatkan di kamar yang hanya memuat dua orang saja. Sementara jumlah anggota kami tiap kamar 15 orang, bagaimana kami bisa melakukan istirahat dengan luas ruangan 2×3 meter saja,” keluh koordinator organisasi tersebut yang enggan dipublikasikan.

Keberangkatan KM Queen Soya ini dilepas oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pada pukul 14.15 Wita. Turut mendampinginya suaminya Andi Sofyan Hasdam, Kepala Dinas Perhubungan Sukardi dan General Manager PT Pelindo IV Herdin Hasyim.

Tak lupa Wali Kota Bontang menyapa para penumpang untuk menjaga kesehatan dalam perjalanan. Selain hal tersebut, Neni Moerniaeni berharap penumpang tetap menjalankan salat lima waktu dan berpuasa.

“Usahakan buka puasa bersama dengan penumpang lain. Semoga pelayaran ini sampai tujuan dengan selamat,” pesannya.

Terkait dengan keluhan penumpang yang mendapat fasilitas yang tidak sesuai, Neni Moerniaeni akan melakukan evaluasi ke depan dengan pihak terkait. Harapannya pengelola kapal dapat melayani penumpang secara maksimal.

Sementara itu operation KM Queen Soya Rudi menjelaskan bahwa keberangkatan kapal ini juga memuat tujuh kendaraan roda empat, satu kendaraan truk, dan 42 kendaraan roda dua.

“Tiket yang dijual berbeda tarif tiap kelasnya, kelas ekonomi dipatok nominal Rp 365.000, dek dua Rp 390.000, dek 3 dan 4 ditarik Rp 415.000, anak-anak Rp. 215.000. Sedangkan untuk kendaraan, untuk roda empat dibebankan membayar Rp 4,35 juta, truk Rp 5,6 juta, serta roda dua wajib membayar Rp 435.000 – 485.000. Tergantung tipe kendaraannya,” papar Rudi. (*/ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button