Bontang

Kisah Inspiratif Warga Bontang Saiful Anwar (300)

Prihatin, Dirikan Panti Jompo Manula Berbasis Agama

 

Tentang Saiful

Nama                     : Saiful Anwar

TTL                        : Bima, 18 April 1954

Alamat                   : Jalan Poros Bontang – Sangatta KM 10 RT 08 Dusun Kemuning,
Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur

Istri                       : Maryasih

Aktivitas                 :

·         Pengasuh dan Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Manula
“Al-Magfirah”

·         Pensiunan PT Badak NGL

·         Mantan Pengasuh Panti Al-Mawaddatullah Bontang

Aktivis Muhammadiyah

 

Usai pensiun dari perusahaan, Saiful Anwar memutuskan untuk mengabdikan hidupnya pada kegiatan-kegiatan sosial. Salah satunya dengan mendirikan pondok pesantren khusus untuk manula.

Bambang, Bontang

Aktif sebagai aktivis di Muhammadiyah sejak muda, menjadikan kepribadian Saiful sebagai orang yang memiliki jiwa sosial tinggi. Bahkan sebelum dirinya pensiun dari PT Badak NGL, suami Maryasih itu sudah menyiapkan jauh-jauh hari untuk membuat lembaga yang nantinya diharapkan bisa menjadi ladang amal di akhirat kelak.

Sebelum kini sibuk mengurusi para manula di panti jompo yang dia dirikan, pria kelahiran Bima, 18 April 1954 itu juga pernah aktif menjadi pengasuh di Panti Al-Mawaddatullah Bontang.

Dikisahkan, awal mula Saiful mendirikan panti jompo yang tergabung dalam Yayasan Pondok Pesantren Manula “Al-Magfirah” itu, dimulai saat dia dan istrinya tinggal di Loktuan. Saat itu, dia dan sang istri melihat ada seorang nenek yang terlunta-lunta di Pasar Loktuan dan tidak memiliki satupun keluarga.

Akhirnya dirinya pun berinisiatif untuk membawanya ke panti jompo di Samarinda. Namun, rupanya panti jompo di sana memberitahukan tidak bisa menampung nenek tersebut lantaran kapasitas yang sudah penuh. Di sisi lain, mereka hanya menerima lansia yang bisa mandiri. “Sementara nenek tadi jangankan untuk mandiri, mengurusi hidupnya sendiri saja dia sudah tidak bisa,” katanya.

Akhirnya Saiful pun memutuskan untuk menampung nenek tadi di rumahnya. Namun lama kelamaan, jumlahnya malah bertambah menjadi tiga orang. Singkat cerita, akhirnya dirinya bersama dengan pengurus Muhammadiyah lainnya seperti H Mardi Raharjo, H Muslim Arsyad, Muhammad Sultan, Syaiful, H Irsyad memutuskan untuk mendirikan panti jompo berbasis ilmu agama itu.

Awal mula berdiri, yakni pada 19 Maret 2013 lalu. Namun keberadaaan panti jompo ini di Loktuan yakni pada 8 Juli 2013. Sebelum akhirnya, saat ini sudah menetap dan memiliki gedung sendiri di Jalan Poros Bontang-Sangatta KM 10 RT 08, Dusun Kemuning, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur sejak 2 September 2014 lalu. “Kebetulan ada tanah istri di sini (Pondok Pesantren Manula “Al-Magfirah”, Red.). Akhirnya sebagian kami hibahkan untuk yayasan,” terangnya.

Saiful mengaku, dirinya pernah menampung manula terlantar hingga sembilan orang. Sebelum akhirnya berkurang menjadi lima orang lantaran ada yang sudah meninggal dunia, maupun diambil keluarganya.

Beberapa manula dari Bontang pun juga ada yang dia tampung. Utamanya yang dititipkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) lantaran sudah tak memiliki keluarga dan sudah tidak ada yang mengurusi.

Untuk mencukupi kebutuhan mereka, dirinya bersyukur hingga kini masih ada donatur yang mau menyisihkan hartanya untuk operasional panti jompo. Bahkan kini, di panti tersebut ada donatur tetap dari LAZ PKT di mana setiap bulannya mereka mengirimkan satu paket sembako untuk konsumsi sehari-hari para manula yang ditampung.

Selain itu, dari pribadi, lembaga, dan majelis taklim pun juga ada yang kerap menjadi donatur. Selama ditampung di panti jompo miliknya, para manula ini juga diajarkan untuk salat dan berzikir.  “Ini semata-mata untuk bekal mereka di akhirat kelak dan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah,” sebutnya.

Kini progres Saiful selain menampung para manula, juga ingin mendirikan gedung tambahan lagi yang terletak di samping gedungnya saat ini. Sehingga nantinya bisa menampung para manula laki-laki dan manula perempuan secara terpisah. Selain itu, dia juga berharap kedepannya bisa menampung manula pasangan suami istri (pasutri).

“Selain masih membutuhkan dana yang cukup banyak, kami juga mengajak para relawan dan kader sosial yang mau bergabung untuk bersama-sama mengurusi para manula yang ada di sini. Kita berharap dengan apa yang kita lakukan, bisa menjadi ladang amal di akhirat kelak,” pesannya. (bersambung)

 

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button