Breaking News

Semua Kecamatan Budidayakan Singkong

Pemkab Terus Kuatkan Kerja Sama dengan Indofood

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bertekat untuk terus mengembangkan komoditas singkong. Bahkan ditargetkan, seluruh kecamatan dapat membudidayakan tanaman yang mudah dirawat itu.

Bupati Kutim Ismunandar mengakui, saat ini dua kecamatan yakni Kaubun dan Rantau Pulung sudah menikmati hasil dari budidaya singkong. Sebab, hasil panen petani langsung akan dibeli oleh perusahaan besar yakni PT Indofood.

“Bukan hanya membeli, petani juga dibantu mesin pencacah singkong. Beberapa waktu lalu sudah ada tim yang berangkat untuk memastikan berapa kapasitas mesin pencacah yang akan diberikan,” ucap Ismu.

Dengan adanya bantuan mesin ini, lanjut dia, petani akan mudah mengolah singkong menjadi gaplek. Kemudian, hasil olahan itulah yang selanjutnya dibeli perusahaan.

“Sejauh ini, fokus kami memang Kaubun dan Rantau Pulung. Karena dua daerah ini sudah menghasilkan panen singkong. Tapi beberapa daerah lain sedang kami inventarisir. Targetnya semua kecamatan akan siap membudidayakan singkong,” tuturnya.

Ismu menambahkan, jenis singkong yang akan dikembangkan tidak hanya pada singkong gajah saja. Namun, juga dicoba pada varian lain.

“Kemarin saya dapat laporan ada jenis lain yang bisa panen lebih cepat dari singkong gajah. Waktunya sekitar empat sampai lima bulan. Nah, sekarang tengah coba dikembangkan,” aku Ismu.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengaku, Pemkab saat ini tengah menggalakan pengembangan komoditi pertanian. Karena, jika dilihat hasilnya justru dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Oleh karena itu kepada Camat maupun Kades diharapkan dapat menginventarisir dan segera melaporkan lahan di wilayahnya yang masih belum tergarap oleh perkebunan. Sehingga, bisa diambil alih pemerintah untuk dimanfaatkan dalam mengembangkan sektor pertanian.

“Kami (Pemkab, Red.) tidak menghentikan program sawit. Tapi, hanya akan memanfaatkan lahan tidur di kecamatan untuk komoditi pertanian. Atau lahan yang sudah digarap sekalipun bisa, dengan metode tumpang sari,” jelasnya.

Kasmidi mengatakan, salah satu program bupati terkait pengembangan sektor pertanian yang kini sudah mulai berjalan adalah program singkong gajah dan jagung. Ada dua kecamatan yang menjadi pilot project program tersebut yakni, Kecamatan Rantau Pulung dan Batu Ampar.

“Untuk program singkong gajah sekarang sudah berjalan. Karena, sudah ada kerjasama antara Pemkab Kutim dengan PT Indofood,” sebut Kasmidi.

Dia berharap, usaha pemerintah yang mulai fokus mengembangkan sektor pertanian diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Selain itu juga, upaya ini diharapkan mampu memenuhi kecukupan pangan di Kutim. (aj)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button