Bontang

MoU Kemenag dengan Dinkes Bontang, Kerjasama Penyuluhan Kesehatan

BONTANG – Selain menggelar apel bersama, di Hari Amal Bakti Kemenag ke 71 Selasa (3/12) kemarin juga sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kesehatan (Diskes) dan Kemenag.

Dalam MoU itu, berisi tentang kerjasama antara kedua belah pihak dalam hal penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Turut hadir dalam kesempatan ini Wali Kota Bontang, Kadis Dinkes Indriati As’ad, Kepala Kemenag, Waka Polres Kompol Mawan Riswandi, dan Dandim 0908/BTG Letkol Inf Rio Akhmal Syahbana.

Kepala Kemenag Bontang Sulaiman Anwar mengatakan, dalam pemberian penyuluhan kepada masyarakat nantinya kedua belah pihak akan memberikan penyuluhan kesehatan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Bila Diskes memberikan penyuluhan dari segi medisnya, maka Kemenag berperan dalam hal keagamaannya.

“Kami sifatnya mendampingi dari sisi agama. Seperti memberikan pemahaman bagaimana pandangan agama terhadap kesehatan, apa saja dalil-dalil yang berkaitan dengan kesehatan, dan hal-hal lainya yang berkenaan dengan masalah kesehatan dari sisi agama,” ujar Sulaiman.

Selain melakukan MoU dengan Dinas Kesehatan, dalam rangkaian apel yang digelar di halaman kantor Kemenag itu, kemenag juga melakukan MoU dengan Rumah Sakit Amalia. Kata Sulaiman, senada dengan Diskes, kerjasama ini juga ditujukan untuk pembinaan kesehatan berbasis keagamaan. Hanya saja, objek yang disasar adalah para pasien dan keluarga pasien yang memiliki kategori penyakit parah atau akut saja.

“Pasien dan keluarga pasien yang penyakitnya sudah parah ini tentu perlu ketabahan yang lebih. Disitulah kami masuk memberikan penyuluhan,” jelasnya.

Kata dia, program ini pada dasarnya sudah berjalan sejak sebulan terakhir. Hanya saja, pengesahannya baru dilakukan Selasa (3/12) kemarin. Nantinya penyuluhan ini akan dijalankan oleh tim dari Kemenag Bontang. Terkait teknis, Sulaiman menyebut bisa dilakukan dengan beberapa opsi seperti menjadwalkan penyuluhan ataupun pihak RS yang menghubungi penyuluh. Yang jelas kata dia, kapanpun mereka membutuhkan, tim penyuluh akan siap.

“Kami di 2017 ini juga telah mengangkat 29 penyuluh agama honorer non PNS. Salah satu tujuannya untuk memaksimalkan penyuluhan agama kepada masyarakat, termasuk bisa untuk penyuluhan ke rumah sakit ini,” tukasnya. (bbg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Back to top button