Bontang

KTP Sementara Tidak Nyaman Digunakan, Warga Pertanyakan Blangko KTP-el

BONTANG – Belum tersedianya blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Kota Taman dipertanyakan masyarakat Bontang. Pasalnya, sudah cukup lama warga menunggu tersedianya blangko KTP-el ini. Apalagi KTP sementara yang diberikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang sebagai pengganti sementara KTP-el dianggap tidak nyaman digunakan.

Bahar Makka, salah seorang warga RT 4 Tanjung Laut mempertanyakan belum tersedianya blangko KTP-el ini. Padahal menurutnya, kekosongan blangko KTP-el ini sudah berlangsung cukup lama. Dia tidak tahu apa penyebab ketiadaan blangko KTP-el ini. Namun dia berharap blangkonya bisa segera ada karena berhubungan dengan kebutuhan warga Bontang.

“Kemarin saya mengurus KTP-el untuk anak saya, tapi saya hanya mendapat lembaran kertas KTP sementara. Katanya blangkonya lagi kosong. Saya dengar kosongnya blangko ini sudah lama, sudah dua bulanan mungkin. Makanya saya heran kok sampai sekarang belum ada juga,” ungkap Bahar kepada Bontang Post, Ahad (29/1) kemarin.

Dia menjelaskan, putrinya yang merupakan mahasiswi di Samarinda baru saja kehilangan surat-surat berharga termasuk KTP-el. Karena itu dia menguruskan KTP-el yang baru. Karena ketiadaan blangko, dia pun mesti puas mendapatkan lembaran KTP sementara. Meski menurut Disdukcapil lembaran itu memiliki fungsi yang sama dengan KTP-el, namun dia membaca ada batas waktu berlaku selama enam bulan.

“Saya baca masa berlakunya hanya enam bulan. Ini tentu merepotkan warga khususnya yang berada di luar Bontang. Misalnya anak saya yang ada di Samarinda, dia mesti kembali lagi ke Bontang untuk mengurus yang baru bila masa berlakunya habis. Bagaimana dengan warga Bontang yang berada di daerah-daerah luar yang jauh dari Bontang, tentu akan menyusahkan mereka,” jelasnya.

Selain itu, Bahar menyebut lembaran KTP sementara kurang nyaman digunakan bila dibandingkan KTP-el. Bentuknya yang berupa lembaran kertas menurutnya rentan sobek misalnya bila terkena hujan. Pun begitu, KTP sementara dirasa kurang praktis untuk dibawa ke mana-mana. Tidak seperti KTP-el yang berbentuk kartu.

“Saran saya kalau memang blangkonya belum ada, lebih baik warga diberikan KTP bentuk kartu seperti dulu, yaitu KTP SIAK. Daripada menggunakan lembaran kertas yang tidak praktis,” tambah Bahar.

Karena itu dia berharap pemerintah segera memenuhi kebutuhan blangko KTP-el di Bontang. apalagi menurutnya dalam kondisi defisit saat ini, KTP-el sangat diperlukan baik untuk mengurus perizinan maupun untuk mencari pekerjaan.

Sementara itu Binti Nur Syamsiyah, warga RT 5 Bontang Baru mengungkapkan hal yang sama. Pada November tahun lalu, dia pindah ke Bontang mengikuti pekerjaan suami. Sehingga dia pun mesti mengurus pembuatan KTP-el kembali sesuai domisilinya di Bontang. Namun dia hanya mendapat lembaran KTP sementara karena ketiadaan blangko KTP-el.

Menurut dia, KTP sementara yang berbentuk lembaran kertas tidak nyaman digunakan dan dibawa kemana-mana. Akibatnya dia sempat kerepotan saat mesti mengurus pendaftaran keanggotaan di salah satu tempat belanja yang mempersyaratkan KTP. Untuk itu dia berharap blangko KTP-el bisa segera tersedia.

“Penginnya sih segera ada, biar bisa segera kembali menggunakan KTP-el yang berbentuk kartu. Lebih praktis dan tidak merepotkan,” ujar Binti.

Diberitakan sebelumnya, pengadaan blangko KTP-el di Bontang masih belum ada kejelasan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Padahal sebelumnya sempat beredar kabar akan tersedia di awal 2017. Hal ini membuat Disdukcapil Bontang belum berani memastikan kapan blangko KTP-el ini tersedia. Sementara, daftar tunggu KTP-el di Bontang sudah mencapai angka 7 ribuan. (luk)

Tags

Related Articles

Back to top button