Bontang

Prestasi Nasional, Kinerja Pemkot Dapat Penghargaan dari KemenPAN-RB 

Neni Bertekad Anggaran Tepat Sasaran

BONTANG –  Torehan prestasi kembali berhasil diukir Pemkot Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Pemkot sukses meraih predikat B atas penilaian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Penghargaan yang diterima langsung oleh Wali Kota Neni Moerniaeni itu pun menjadi pengakuan pemerintah pusat atas peningkatan efektifitas penyelenggaraan pemerintah daerah.

Yang lebih membanggakan, Bontang adalah menjadi salah satu dari tiga kota lainnya di Kaltim yakni Kukar dan Kutim yang berhasil mengukir prestasi ini.

Secara garis besar kata Neni, penghargaan ini menunjukkan tingkat akuntabilitas atau pertanggungjawaban atas hasil (outcome) terhadap penggunaan anggaran dalam rangka terwujudnya pemerintahan yang berorientasi kepada hasil (result oriented government) semakin baik.

“Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja ini dapat menjadi ukuran sejauh mana instansi pemerintah kota berorientasi kepada hasil,” ujar dia.

Neni pun berpesan agar prestasi ini menjadi pecutan bagi seluruh SKPD untuk membangun etos kerja sebagai budaya pemerintah yang mengutamakan hasil dengan memberikan manfaat nyata baik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Seluruh anggaran yang dikelola sesuai dengan tugas dan fungsi harus benar-benar digunakan bagi kepentingan yang memberikan kemanfaatan bagi publik, dan harus berorientasi pada hasil. Kinerja tidak hanya dilihat dari sisi penyerapan anggaran tetapi juga  kesesuaian dengan hasil yang diperoleh,” ungkap Neni.

Ke depan kata Istri mantan Wali Kota Bontang dua periode Sofyan Hasdam itu juga menekankan bahwa setiap SKPD harus melakukan tujuh langkah pengembangan manajemen kinerja.

Yaitu fokus pada target-target yang telah ditetapkan di RPJMN dan RPJMD, pemilihan strategi yang tepat, penguraian target-target nasional menjadi target-target yang lebih operasional namun harus tetap selaras dengan target nasional, target-target operasional harus terukur agar dapat dipantau hasil pencapaiannya, penentuan kegiatan-kegiatan yang tepat untuk mewujudkan target-target tersebut, pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi secara berkala.

“Jika ketujuh pesan ini dipahami oleh kita semua dan terutama para Kepala SKPD dan digaungkan  sampai ke pegawai pada tingkat yang paling operasional di masing-masing instansi, diyakini kita akan mencapai kemajuan yang luar biasa,” ulas Neni.

Neni pun bertekad etos kerja akan menjadi budaya yang melekat di seluruh instansi pemerintah. Dia akan membuat pegawai berlomba-lomba, berkompetisi untuk menghasilkan kinerja yang terbaik bagi organisasi, anggaran untuk membiayai kegiatan benar-benar digunakan secara optimal untuk memberikan kemanfaatan langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.

“Dengan kata lain, setiap SKPD  tidak hanya dituntut dari penyerapan anggaran, tetapi juga bagaimana penyerapan anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang memberikan kemanfaatan bagi publik,” pungkasnya. (hms/red)

Related Articles

Back to top button