Bontang

Jajaki Investasi Rp 1 T, Rencana Bangun Pabrik Minyak Goreng di Bontang Lestari 

BONTANG –Bontang Lestari yang dipersiapkan Pemkot Bontang sebagai kawasan industri, tampaknya mulai menjadi magnet bagi investor. Salah satunya adalah pembangunan pabrik pengolahan minyak goreng dan biodisel.

Proyek yang bernilai Rp 1 triliun itu akan dibangun oleh Gama Corporation melalaui anak perusahaannya, PT Energi Unggul Persada. Hal itu ditegakan Hasnah, Kepala Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan PTSP (DPMTK-PTSP) Bontang, saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia mengatakan, investasi tersebut masih dalam status penjajakan dengan calon investor. Enam bulan belakangan sudah beberapa kali investor mengunjungi lokasi yang diproyeksikan untuk pembangunan pabrik minyak goreng itu. “Informasinya, lahan yang diperlukan mencapai 300 hektare,” tuturnya.

Investor juga telah mengecek kedalaman laut. Pasalnya, pabrik direncanakan berdiri di bibir laut dengan dilengkapi dermaga sehingga memudahkan proses distribusi bahan baku. “Meskipun Bontang bukan daerah penghasil kelapa sawit, namun di sekitarnya banyak penghasil kelapa sawit. Sudah semestinya Kaltim memiliki industri turunan (downstream) dari perkebunan sawit. Tidak hanya sampai pada pembuatan crude palm oil (CPO). Hal ini juga jadi pertimbangan bagi investor bahwa Bontang memang cocok dibangun pabrik refinery sawit,” bebernya.

Hasnah menyatakan, jika hal itu terealisasi dapat menjadi lapangan kerja bagi ribuan masyarakat. Selain itu dapat memicu penggerak ekonomi masyarakat karena uang berputar disekitar kawasan pengerjaan.

“Yang pasti, dalam kondisi seperti ini pemerintah dituntut lebih aktif. Pemerintah terus berupaya agar investor bisa masuk dan investasi di Bontang. Termasuk dengan penjajakan pada perusahaan minyak goreng ini,” imbuhnya. (*/and/ica/jpg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button