oleh

Malam Valentine, Razia Gabungan Sasar THM dan Penginapan

 

BONTANG – Sebanyak 31 personel Polres Bontang gabungan diturunkan melakukan pemantauan malam Hari Valentine. Personel terdiri dari Sat Sabhara, Sat Lantas, Sat Intel, Sat Binmas, dan Polsek.

Mereka mendatangi tempat-tempat yang disinyalir dijadikan tempat pesta merayakan malam valentine. Sasarannya tempat hiburan malam (THM) dan sejumlah penginapan di Kota Taman. “Perlu disadari dan dipahami, bahwa merayakan malam valentine tidak harus dilaksanakan sampai pagi. Untuk itu kami meminta kepada pemiliknya maksimal harus tutup jam satu malam,” tutur Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn melalui Kabag Ops Kompol Ngadiman, Selasa (13/2) dini hari.

Selain memastikan tidak buka sampai larut pagi, dalam patrol bertajuk ‘Giat Cipta Kondisi’ ini petugas juga melakukan pemeriksaan kepada pengunjung seperti pengecekan identitas atau KTP, senjata tajam (sajam), hingga kepemilikan narkoba. “Namun semuanya tidak ditemukan. Pengunjung semua juga memiliki kartu identitas,” terangnya.

Adapun tempat lainnya yang juga dimonitoring yakni penginapan-penginapan, Kata Ngadiman, untuk pemeriksaan tempat-tempat penginapan ini dilakukan oleh Bhabinkamtibmas sebanyak dua regu. Hasilnya, petugas juga tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. “Kami berharap, suasana Bontang di momen valentine ini bisa tetap kondusif serta kriminalitas bisa ditekan,” pungkasnya

Giat cipta kondisi ini dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan dimulai sejak Selasa (13/2) dini hari hingga Rabu (14/2) dini hari tadi.

Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn melalui Kabag Ops Kompol Ngadiman yang dalam kesempatan ini memimpin jalannya giat cipta kondisi mengatakan, personil yang dikerahkan untuk menjaga keamanan selama malam valentine yakni

sebanyak 31 personil. Semua personil tersebut merupakan gabungan seperti dari Sat Sabhara, Sat Lantas, Sat Intel, Sat Binmas, hingga dari Polsek.

“Perlu disadari dan dipahami, bahwa merayakan malam valentine tidak harus dilaksanakan sampai pagi. Untuk itu kami meminta kepada pemiliknya maksimal harus tutup jam satu malam,” ujarnya Selasa (13/2) dini hari lalu.

Bagikan berita ini!