Hikmah

Pandangan Muhammadiyah tentang Orthodonti dan Pemasangan Kawat Gigi 

 

Manusia sejak lahir telah diberi karunia oleh Allah berbagai kelebihan, baik kelebihan dalam aspek pikiran, rohani dan jasmani. Sebagaimana telah diterangkan oleh Allah: ”Sungguh kami telah mencipta manusia dalam bentuk yang sangat indah, tegap dan tampan”. QS.At-Tiin ayat 4. Karena itu Allah mengingatkan, bahwa Allah telah menciptakan manusia dalam kejadian yang seindah-indahnya, cantik, tampan dan gagah perkasa, tetapi kemudian terjerumus dalam lembah kehinaan yang serendah-rendahnya kecuali orang yang tetap beriman, patuh, taat dan Islam, menyerah seluruhnya hanya kepada Allah maka merekalah yang tetap mulia bahkan mendapat kedudukan disisi Allah dengan segala pahala dan kesenangan. Ibnu Katsir.

Kendatipun manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, dengan daya intelektual atau daya pikir yang tinggi, cakap dengan kreatifitas karena disebabkan nafsu dan hasrat maka ia ingin selalu tampil lebih dari orang lain bahkan terkadang diantara mereka merubah dari ciptaan Allah baik alis, gigi, rambut, hidung karena merasa kurang dan ingin diperhatikan orang lain.

Allah Berfirman: ”Dan pasti akan kusesatkan mereka dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak (lalu mereka benar-benar, memotongnya) dan akan Aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata. QS.An-Nisa : 119.

Pengertian Orthodonti.

Arti harfiah orthodonti sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu orthos yang berarti lurus dan dons yang berarti gigi. Istilah orthodonti sendiri digunakan pertama kali oleh Le Foulon pada tahun 1839. Sedang tujuan  orthodonti adalah :

  1. Menciptakan dan mempertahankan kondisi rongga mulut yang sehat.
  2. Memperbaiki cacat muka, susunan-susunan gigi geligi yang tidak rata dan fungsi alat pengunyah agar diperoleh bentuk wajah yang seimbang dan penelanan yang baik.
  3. Memperbaiki cacat waktu bicara, waktu bernafas, pendengaran dan mengembalikan rasa percaya diri seseorang.

4.Menghilangkan rasa sakit pada sendi rahang akibat gigitan yang tidak normal.

Hukum Orthodonti

Dengan melihat berbagai factor penyebab dan kebutuhan penanganan secara orthodonti, maka hal itu diperbolehkan dalam Islam, baik sebagai pasien maupun dokter gigi yang menanganinya atau dengan menggunakan kawat gigi disebabkan adanya cacat pada gigi seperti: giginya gingsul, susunan giginya antara tinggi dan rendahnya tidak sama sehingga susah makan, sebagian giginya sangat maju kedepan dan mundur kebelakang sehingga susah dan sakit untuk makan dll. Sebab, maka ini dikategorikan sebagai cacat, yang dia boleh memasang kawat gigi untuk merapikannya.

Adapun dalil yang membolehkannya jika ada cacat sbb: Diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin Tharfah bahwasannya kakeknya yang bernama ‘Arjafah bin As’ad Radhiyallahu ‘anhu terpotong hidungnya ketika perang Al-Kulab. Kemudian beliau membuat hidung buatan dari perak, ternyata hidungnya membusuk. Kemudian Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, menyuruhnya untuk memakai hidung buatan dari emas. HR.Abu Dawud no.4232, Syaikh Al-Albani menshohihkan hadits ini. Ust.Sa’id Ya’I Ardiansyah Lc.MA.

Namun belakangan tampaknya timbul suatu fenomena penggunaan kawat gigi sebagai suatu tren tersendiri, khususnya bagi perempuan yang kondisi giginya normal, mulai dari siswa SD, anak ABG, para remaja, gadis belia sampai kalangan ibu-ibu yang suka menggunakan kawat gigi dengan hiasan mata cincin berwarna-warni bahkan tidak jarang berlian dan permata padahal kondisi giginya normal dan mengeluarkan dana minimal 5 juta sampai 12 juta diluar tarif control dengan tujuan untuk mempercantik diri.Hal ini terkena larangan sebagai berikut:

  1. ”Dan akan Aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah (lalu mereka benar-benar mengubahnnya)….QS.An-Nisa:119. Banyak ulama yang menggunakan ayat ini sebagai dalil atas larangan mengubah ciptaan Allah diantaranya adalah Al-Imam Qurthubi Rahimahullah dalam tafsirnya.Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an V/392.Ust.Sa’id Ya’I Ardiansyah.
  1. Sebagai perbuatan tabdzir (kemubaziran) dan isrof (berlebihan) yang dibenci Allah. Allah berfirman: ”…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. QS.Al-Isro’ :26-27.

Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas mengatakan: Tabdzir (pemboros) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar. Mujahid mengatakan: Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukan tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru,itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan). Qotadah mengatakan: Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim 5/69 pada tafsir surat Al-Isro’ ayat 26-27, ust Muhammad Abduh Tuasikal, bahkan Muhammadiyah dan Dakwatuna com. Menambahi dengan QS.Al-Mu’minuun :64-65.

  1. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu: ”Allah melaknat perempuan-perempuan yang membuat tato,perempuan-perempuan yang minta dibuatkan tato,perempuan-perempuan yang menyuruh mencabut rambut alisnya,perempuan-perempuan yang merenggangkan gigi-giginya agar cantik yang mengubah ciptaan Allah”. Lalu seorang perempuan berkomentar kepadanya tentang hal itu.Maka Ibnu Mas’ud berkata, ”Bagaimana aku tidak melaknat orang yang telah dilaknat oleh Rasulullah. Sedang hal itu terdapat dalam kitabullah. Allah berfirman: ”Dan apa yang Rasul bawa kepada kalian, maka ambillah dan apa yang dia larang untuk kalian,maka hentikanlah”. HR.Bukhori dalam kitab Pakaian, bab Perempuan-perempuan yang merenggangkan gigi-giginya agar cantik. Muslim menyebutkannya dalam kitab Pakaian dan perhiasan bab Diharamkannya perbuatan perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta disambungkan rambutnya.

Almutafallijah: perempuan yang merenggangkan gigi-giginya agar sebagian giginya sedikit saling menjauh dan membuatnya indah dengan meruncingkannya .Kitab Tanbih al-Lahi Syarh Kitab al-Manahi (297 Larangan Dalam Islam dan Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin).

Dalam Majelis Tarjih dan Tajdid PP.Muhammadiyah sampai kalimat “ yang mengubah ciptaan Allah”. Sedang dalam Kutubus Sittah perempuan yang berkomentar adalah Ummu Ya’qub dari Bani Asad.

Pelajaran dari Hadits ini :

  1. Tidak diperbolehkan mengubah bentuk penciptaan Allah terhadap seseorang sedikitpun, baik perubahan itu dengan adanya penambahan atau pengurangan dalam rangka kecantikan atau lainnya, kecuali jika terdapat keperluan medis yang mendesak.Dalam hal ini boleh melakukan pencabutan atau penambahan. Hal ini berlaku pada hal yang permanen.
  1. Termasuk dalam perbuatan terlarang adalah apa yang telah disebutkan oleh hadits-hadits diatas. Yakni membuat tato dan merenggangkan gigi.Adapun perubahan yang tidak permanen seperti mewarnai dengan pacar,maka para ulama membolehkannya jika hal itu tidak terlihat oleh orang lain (laki-laki) dalam kaitannya dengan kaum perempuan.
  1. Hadits ini juga menjelaskan diharamkannya merenggangkan gigi yang umumnya dilakukan oleh perempuan-perempuan lanjut usia agar tampak cantik dan menampakkan usia yang masih muda. Kitab Tanbih al-Lahi Syarh Kitab al-Manahi.

Al-Khathabi berkata terdapat ancaman yang keras dalam larangan-larangan ini karena didalamnya terdapat unsur penipuan dan pengelabuhan,dan sekiranya ia diperbolehkan,maka akan membuka banyak pintu untuk melakukan banyak jenis penipuan dan ia dilarang karena mengubah ketentuan Allah. Peringatan: Dapat dipahami dari sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, dapat dipahami “almutafallijat lil hasan”. Wanita-wanita yang merenggangkan giginya agar terlihat cantik bahwa yang dicela adalah ketika ingin terlihat cantik, namun jika dilakukan untuk sebuah keperluan atau pengobatan maka hal itu diperbolehkan. Kitab Adab Berpakaian Dan Berhias Syaikh Abdul Wahab Abdus Salam Thawilah.

Wahai Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, kebodohanku, dan sikap melampaui batas dalam segala  urusanku, dan apa saja yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada aku. Wahai Allah, ampunilah kekeliruanku,kesengajaanku, kebodohanku dan senda gurauku, semua itu ada padaku. Wahai Allah,ampunilah apa yang telah aku kerjakan dan apa yang telah aku lalaikan, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan. Engkaulah yang mengajukan dan Engkau pula yang menangguhkan. Engkau berkuasa atas segala sesuatu. HR.Bukhori dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu.

Alhamdu lillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.(*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Back to top button