Breaking News

Orang Cacat ‘Dilarang’ Tinggal di Kutim

 

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) “melarang” orang cacat untuk tinggal di daerahnya. Bukan diusir, melainkan diobati secara gratis sampai sembuh. Sehingga, tidak ada lagi orang cacat di kabupaten ini.

Untuk merealisasikan hal itu tahun ini, Dinas Sosial (Dissos) Kutim akan melakukan pendataan semua orang cacat.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dissos Kutim, Ernata Hadi Sujito menjelaskan, orang cacat yang dimaksud ialah hilang kaki, tangan, mata, bibir sumbing, dan sejenisnya. Jika ditemukan yang demikian, maka langsung dimasukkan dalam daftar warga yang membutuhkan bantuan pengobatan.

“Jadi kami berharap, Kutim bebas dari orang cacat,” ujar Ernata.

Untuk cacat tangan dan kaki, pihaknya memberikan bantuan kaki dan tangan palsu. Sedangkan kurang pendengaran (tuli), akan dibantu alat pendengar. Begitupun dengan bibir sumbing dan katarak, semua akan dioperasi.

“Jadi kami sudah minta kecamatan untuk mendata semua permasalahan yang dihadapi warga. Salah satunya masalah warga yang terkena musibah cacat. Saat ini memang sudah ada datanya, tetapi belum valid. Makanya, perlu dimutakhirkan kembali,” kata Ernata.

Hanya saja, dalam pengobatannya tidak bisa dilakukan secara langsung. Akan tetapi sifatnya bertahap. Alasannya, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Dissos Kutim. Itupun, pihaknya akan melibatkan orang ke tiga untuk mensukseskan bantuan tersebut.

“Sebenarnya kami ada anggarannya. Karena saat ini lagi defisit, maka anggaran kami sangat minim. Tetapi, kami tidak putus asa, ada tidaknya anggaran, kami harus kerja. Salah satunya, adanya melibatkan pihak ketiga seperti perusahaan. Jadi akan dilakukan secara bertahap. Mudahan saja, semuanya dapat terbantu,” harapnya.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat yang berada di 18 kecamatan di Kutim, untuk dapat melaporkan jika ada sanak saudaranya yang tengah mengalami kecacatan kepada pemerintah. Sehingga, pihaknya bisa menindaklanjuti hal tersebut dengan cepat.

“Jadi kami butuh kerja sama. Selain dari kecamatan, kami juga minta kepada masyarakat. Silakan laporkan jika ditemukan warga yang dianggap cacat fisik,” pintanya. (dy)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button