Breaking News

Kades Soroti Proyek Tak Berkualitas, Sangatta Utara Terima Anggaran Paling Besar

 

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menggelar Musyawarah Pembangunan Kecamatan (Musrembangcam) serentak yang dibagi perzona sejak Rabu (22/2) kemarin. Untuk Zona Kecamatan Sangatta Utara dibuka langsung Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Israwansyah, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangiran. Selain itu, beberapa anggota DPRD lainya, termasuk Camat Sangatta Utara Basyumi dan kades di lingkungan Kecamatan Sangatta Utara juga terlihat hadir dalam kegiatan tersebut.

Saat membuka acara Irawansyah mengakui,  Kematan Sangatta Utara mendapat anggaran terbesar pembangunan  tahun 2017 ini, yakni sekitar  Rp 130 miliar. Nilai ini terbesar dibanding kecamatan lain di Kutim.

“Masih banyak usulan masyarakat yang belum terpenuhi, namun itu karena keterbatasan anggaran. Karena itu, kami berharap dalam musrembang ini, diusulkan pembangunan yang paling prioritas,” harap Irawansyah.

Dia juga mengakui, janji Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang untuk dana pembangunan desa Rp 2-5 miliar per tahun, tahun 2017 ini, sebenarnya sudah mulai dilaksanakan. Namun, dalam pelaksanaannya masih melekat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mengingat, pemerintah belum yakin kemampuan pengelolaan dana tersebut di desa.

“Jika nanti sumberdaya  masyarakat di Desa sudah siap, maka nantinya tentu dana ini bisa diserahkan ke desa untuk dikelola,” katanya.

Sementara itu,  Yulianus Palangiran  mengakui,  banyak program yang  tiap tahun masuk skala prioritas pembangunan, namun hingga kini belum  terealisasi. Seperti kantor desa Singagembara,  yang sudah tidak layak lagi.

“Kantor Desa Singa Gembara  saya bangun saat saya jadi kades tahun 2004, sampai sekarang sudah mau roboh, tapi tidak pernah dilakukan perbaikan.   Karena itu, kami berharap dalam periode kepemimpinan pak Ismunandar ini, bisa di bangun.  Termasuk jalan Melon, jalan yang dibangun tahun 2004,  ternyata  sudah hancur,  tak  ada perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Kades Singa Gembara Petrus Sombolayuk mengatakan  jalan Melon, dibangun dengan tidak berkualitas.  Saat datang banjir, pasir kebawa air, kerikilnya  jatuh ke parit, yang tertinggal  kerangka besinya berserakan.

“Kami berharap ini diperbaiki. Waktu hujan, jalan tidak bisa dilewati, bahkan lokasinya jadi banjir.  Kantor desa terletak di situ, juga sudah mau roboh, lantainya sudah lapuk . Tapi, untuk perbaikan ini, mestinya terlebih dahulu melakukan pembebasan lahan,  untuk kantor, karena lahan kantor sekarang ini, sangat kecil,” katanya.

Sementara itu, Baharuddin Hanan,  ketua BPD Desa Singa Gembara mengatakan,  kualitas proyek  yang dikerjakan selama ini,  tidak baik.   Hal ini terbukti,  proyek yang dikerjakan, tidak bertahan lama.  Karena itu, Baharuddin berharap, agar  sebaiknya,  pemerintah mempertimbangkan agar  kontraktor, atau masyarakat setempat yang mengerjakan pekerjaan di lokasi itu, agar  ada tanggunjawab untuk bekerja  lebih baik. (aj)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button