Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Terkait Kasus Lubang Tambang Makan Korban, Pansus Bantah Ada Pembiaran

 

SAMARINDA – Pengaduan LSM Jaring Advokasi Tambang (Jatam) kepada Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenpolhukam) termasuk perwakilan kepresidenan yang menyebut adanya pembiaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mendapat bantahan dari anggota DPRD Kaltim.

Jahidin, salah satu anggota Panitia Khusus (Pansus) Reklamasi dan Investigasi Lubang Tambang DPRD Kaltim menyatakan bahwa sama sekali tidak ada pembiaran dalam penanganan kasus ini.

Jahidin menegaskan sejak dibentuk empat bulan lalu oleh DPRD Kaltim, pansus sampai sekarang masih terus bekerja untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

Bahkan kata dia, masa kerja pansus kini telah diperpanjang untuk kali kedua demi menyelesaikan polemik ini. Padahal menurut tata tertib DPRD, semestinya masa kerja pansus tidak sampai diperpanjang.

“Jadi kalau ada kesan yang disampaikan LSM tentang adanya pembiaran itu tidak benar. Dari 26 korban tambang, sudah ada yang diajukan  ke pengadilan, bahkan sudah ada yang dipidana. Selebihnya ada yang sudah dinyatakan P-21. Jadi dari ke-26 kasus semuanya sudah ditangani,” kata Jahidin saat ditemui Metro Samarinda, Selasa (28/2) kemarin.

Namun dia menyebut ada permasalahan yang dihadapi pansus dalam mengawal kasus ini. Dari hearing yang dilakukan dengan reserse Polda Kaltim, salah satu kendalanya yaitu sebagian besar keluarga korban keberatan untuk dilakukan autopsi. Padahal, hasil autopsi atau visum et repertum merupakan dasar utama yang perlu dilampirkan dalam berkas pengaduan.

“Tidak memenuhi syarat dipersidangkan bila tidak ada visum. Sampai kapanpun akan berkutat dari penyidik ke kepolisian lalu penuntut umum, begitu saja bolak-balik. Karena itu (berkas visum) persyaratan utama,” jelasnya.

Di sisi lain, dari pihak keluarga korban tambang yang sudah mendapat santunan dari perusahaan, ada yang membuat pernyataan tertulis tidak mengajukan keberatan lagi atas kejadian ini. Hal ini menurutnya ikut mempersulit proses hukum yang sedang dilakukan.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button