Advertorial

Ismu: Perusahaan Wajib Terlibat Percepatan Pembangunan di Kutim 

SANGATTA – Hampir dalam setiap lawatan ke Kecamatan, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar tidak bosan mengingatkan perusahaan untuk terlibat dalam pembangunan desa.

Ismunandar menjelaskan, mekanisme pembangunan saat ini dimulai dari bawah atau tingkat desa. Agar program berjalan maka pemerintah mengalokasikan Rp 2 miliar sampai 5 miliar untuk tiap desa. Namun, bantuan pihak ketiga yakni perusahaan tentu terus diharapkan, untuk mencapai target yaitu desa mandiri.

“Musrenbangcam dilakukan agar tidak ada salah usulan seperti yang dulu-dulu. Lain yang diprioritaskan lain program yang datang. Dengan adanya alokasi dana Rp 2 miliar ini pemerintah desa tidak perlu menunggu lagi. Segera melakukan keinginan masyarakatnya. Saya berharap ada keterlibatan stakeholder melalui CSR (Corporate Social Responsibility). Jangan nyumbang Rp 500 ribu, Rp 1 juta sudah dibilang CSR,” kata Ismunandar, di Balai Pertemuan Kecamatan Kaubun, Kamis, 23 Februari 2017.

Untuk memudahkan koordinasi, Bupati lantas meminta Camat membuat group chatting yang melibatkan pihak perusahaan dan dirinya. Sehingga pemerintah kecamatan dan desa yang menjadi dapat berkomunikasi langsung terkait persoalan pembangunan.

“Seperti yang di kerjasamakan antara Pemkab Kutim bersama Teladan Prima Group (TPG). Semoga berjalan terus melalui penyediaan akses power listrik kepada desa. Agar desa bisa nikmati penerangan 24 jam. Segera tahun ini berjalan, karena tiang-tiang listriknya sudah kami anggarkan. Dengan begitu beberapa desa akan dapat 24 jam penerangan. Lalu Pemkab Kutim akan terus mencarikan sumber energi lainnya, untuk Kecamatan Kaubun dan lainnya,” tutur Ismunandar.

Di kesempatan yang sama, Camat Kaubun, Muhammad Amin,  berharap dukungan peningkatan sumber daya manusia (SDM) agar menopang Gerbang Desa Madu (gerakan pembangunan desa mandiri dan terpadu).

“Program prioritas disampaikan langsung oleh Kepala Desa terpilih, dan untuk Badan dan Dinas di tingkat kabupaten kami berharap khususnya yang membidangi peningkatan Sumber daya manusia (SDM) agar dapat memberikan mendukung terutama di desa. Seperti lembaga BPD, LPM, karang taruna, PKK, lembaga adat dan BUMDes. Sehingga lembaga didesa terus kuat dalam mendukung program desa mandiri terpadu,” katanya.

Sementara, Kabid Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kutim, Akhmad Fauzan, menjelaskan, Musrenbang menjadi arah proses usulan aspirasi masyarakat, yang diamanatkan melalui UUD 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional, lalu PP nomor 8 tahun 2008 dan Permendagri 54 tahun 2010. Musrenbang kecamatan dilaksanakan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan  kesepakatan usulan rencana kerja pembangunan desa yang di integrasikan dengan pembangunan daerah.

“Musrenbang bertujuan menyepakati prioritas program kegiatan pembangunan diwilayah kecamatan, menyelaraskan dengan Rencana menengah kabupaten Kutim 2016-2021, dengan tema yaitu mensyukseskan gerbang desa madu. Dengan konsep keberhasilan desa madu yang dilihat dari Indek Pembangunan Desa (IPD) yang meliputi fariabel aspek fokus pengukuran seperti kualitas pelayanan dasar, kondisi infrastuktur, aksebilitas transfortasi, kualitas pelayanan umum, dan penyelenggaan pemerintahan,” jelasnya.

Dengan perencanaan yang matang dalam Musrenbang, diharapkan 23 desa tertinggal pada 2021 berkurang menjadi 6 desa, desa berkembang dari 106 menjadi 85 desa, serta desa mandiri bertambah dari 4 menjadi 42.

Musrenbang di Kaubun turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih berserta anggota DPRD Kutim. Wakapolres Kutim Kompol Donny Lumban Toruan, Camat Kaubun Muhammada Amin, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kutim Akhmad Fauzan. Sejumlah pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Kutim, kepala desa serta puluhan warga kecamatan dan tamu undangan. (hms7)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button