Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Terkait Bus Terguling, Ada Indikasi Sopir Ugal-ugalan

 

Sebelum terjadi kecelakaan, bus patas Samarinda Lestari rute Bontang-Balikpapan, yang dikemudikan Andi Tomo T melaju dengan kecepatan tinggi. Kepastian itu diperoleh dari keterangan para penumpang.

Salah seorang penumpang, Nurdaniati menjelaskan kronologis kejadiannya kepada suaminya, Miftachul Choir. Oleh sang suami itu, tragedi tersebut diteruskan kepada Bontang Post.

“Istri saya bilang, sopirnya ugal-ugalan dan ceroboh dalam mengendarai bus,” kata Miftachul.

Memasuki Tanah Datar, bus melaju kencang. Tiba di tikungan tajam, sang sopir diduga tak mampu mengendalikan laju busnya. “Setelah itu, bus oleng dan sopir banting setir ke kanan,” ceritanya.

Bersama penumpang lain, dia belum berencana menempuh jalur hukum. Namun Miftachul berpesan kepada PO Samarinda Lestari agar sistem perekrutan sopir lebih baik lagi. Perusahaan pun diminta memastikan sopir tidak dalam pengaruh obat-obatan atau narkoba dalam membawa penumpang.

“Karena sopir bus membawa penumpang, ya harus hati-hati. Jangan asal setor ke bos, tapi dipikir juga keselamatan penumpang,” tegasnya.

Korban lainnya adalah pasangan suami-istri (pasutri), Wahyuni-Darmini. Warga RT 46 Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat itu mengaku tidak tahu pasti soal penyebab terbaliknya bus. Saat kejadian, dia bersama istrinya di bagian tengah. Namun dia merasakan bus melaju kencang.

“Waktu di dalam bus, saya tidur-tidur ayam. Namun tiba-tiba saja bus terbalik dan penumpang lain menindih saya. Jumlahnya tiga hingga empat orang,” ungkapnya.

Kejadian itu membuat mereka cedera. Wahyuni merasakan sakit di bagian pinggang, sedangkan istrinya bersimbah darah akibat sobek di kepala. Setelah berhasil keluar dari bus nahas itu, Wahyuni yang panik langsung menyetop kendaraan yang melintas. Begitu mendapat mobil, mereka langsung menuju Puskesmas Sungai Siring.

“Saat di puskesmas tersebut, istri saya mendapat 10 jahitan di kepala. Setelah dijahit, karena takut ada apa-apa di kepala istri saya, dokter yang merawatnya pun merujuknya ke RSUD AW Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button