Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Feature

Ubah Citra Rawa Indah Lewat Sepak Bola

 

Kisah Inspiratif Waga Bontang: Bahtiar Bagenda (182)

Siapa yang tak mengenal nama Bahtiar Bagenda. Penggiat dan pecinta sepak bola di Kota Taman ini membentuk tim tanpa memungut biaya sepeser pun kepada anak didiknya. Meski minim biaya, prestasi yang ditorehkan tak bisa diremehkan.

Veri Sakal, Bontang

PRIA asli Weladi, Bone ini memulai karir sepak bola pertama kali di Bontang dengan menjadi pelatih tim Saranai FC usia dewasa, saat ia menetap di Lengkol sejak 2001 silam.  Namun seiring berjalannya waktu, tim tersebut bubar. Kemudian ia pun membentuk dan menggantinya dengan nama baru, Lengkolen FC.

“Saat itu ada dua tim yang saya bentuk, Lengkolen FC yang dewasa dan SSB (Sekolah sepak bola, Red.) Lengkolen yang junior,” jelasnya.

Walau membentuk tim dengan nama Lengkolen yang mayoritas anak-anak dari Lengkol, ternyata banyak pemainnya yang berasal dari Rawa Indah. Melihat hal itu, akhirnya ia pun membentuk tim SSB Rawa Indah Junior pada 2008.

Seiring dengan kepindahannya di wilayah tersebut, berjalan dua tahun ia pun membentuk tim usia senior dengan nama Bina Bola Bontang pada 2010. Alasan ia membentuk tim tersebut, agar anak didiknya tidak terjerumus dengan kriminalitas. Diakuinya, ini karena wilayah tersebut begitu banyak tindak kriminalitas. Maka dari itu, ia pun menggandeng anak-anak tersebut melalui sepak bola. Alhasil tindak kriminal di wilayah tersebut lama-lama berangsur menurun. “Dulu Rawa Indah terkenal dengan kriminal dan pasar, tapi sekarang terkenal dengan sepak bolanya,” tuturnya.

Dia mempunyai cara tersendiri dalam mengembangkan potensi pemain di timnya, yakni membentuk tim tanpa  memungut bayaran sepeser pun. Diakuinya, cara ini dilakukan karena para orangtua anak didiknya rata-rata berekonomi menengah ke bawah.  Berbagai kendala juga dia rasakan. Seperti ingin mengikuti turnamen di luar kota, tapi tak bisa karena tidak adanya biaya. Ingin latihan, tapi bola banyak yang rusak.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button