Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Sekolah Ingatkan Siswa Tak Konsumsi Permen Dot

Published

on

Dibaca normal 2 menit

 

Penjual Diluar Tak Bisa Diawasi

BONTANG – Beberapa pihak sekolah mengklaim area lingkungan sekolah bersih dari permen dot seperti di kantin sekolah. Namun, pihaknya tak bisa memastikan penjual di luar sekolah karena diluar pengawasannya. Kendati demikian, pihak sekolah tetap mengingatkan siswa-siswinya untuk tidak mengonsumsi permen yang diduga narkoba.

Meski BPOM telah merilis bahwa kandungan dalam permet dot tersebut tidak berbahaya, dan dinyatakan negatif dari narkotika, formalin serta Rhodamin-B, pihak sekolah tetap mengawasi penjual makanan di lingkungan sekolah yakni kantin sekolah.

Salah satu guru SND 002 Bontang Selatan Yani Astuti, mengatakan pihak sekolah sudah melakukan pengawasan di kantin sekolah dan hasilnya tidak ditemukan permen dot. Pasalnya, kantin sekolah selalu dicek secara berkala setiap 2 bulan.

Pihak sekolah juga bekerjasama dengan Puskesmas Bontang Selatan untuk mengecek makanan apa saja yang dijual. “Kalau di lingkungan sekolah, InsyaAllah bersih,” jelasnya saat ditemui, Sabtu (11/3) kemarin.

Terkait permen dot yang cukup meresahkan beberapa hari terakhir, Yani juga mengaku sudah mengenalkan kepada para siswanya saat sedang membina upacara. Tak hanya itu, penyampaian agar tidak mengonsumsi permen dot juga dilakukan di setiap kelas. “Hari Kamis lalu, kami ingatkan di setiap kelas oleh wali kelasnya masing-masing,” ujarnya.

Dikatakan Yani, setiap sesuatu yang mulai meresahkan, pihak sekolah akan langsung sigap. Para guru menyampaikan agar semua murid berhati-hati dan jangan sampai tertarik untuk membelinya. “Sudah kami ingatkan, tetapi jika terdapat di luar sekolah itu memang bukan kewenangan kami,” ungkapnya.

Aldi, murid kelas II SDN 002 Bontang Selatan, mengaku sempat membeli permen dot tersebut di warung dekat rumahnya. Namun karena rasanya tidak enak, dirinya tak pernah membelinya lagi. “Hari Minggu kemarin beli, tetapi tidak enak, dibilangin mama juga jangan beli lagi permen itu,” ujarnya polos.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments