Bontang

Sekolah Ingatkan Siswa Tak Konsumsi Permen Dot

 

Penjual Diluar Tak Bisa Diawasi

BONTANG – Beberapa pihak sekolah mengklaim area lingkungan sekolah bersih dari permen dot seperti di kantin sekolah. Namun, pihaknya tak bisa memastikan penjual di luar sekolah karena diluar pengawasannya. Kendati demikian, pihak sekolah tetap mengingatkan siswa-siswinya untuk tidak mengonsumsi permen yang diduga narkoba.

Meski BPOM telah merilis bahwa kandungan dalam permet dot tersebut tidak berbahaya, dan dinyatakan negatif dari narkotika, formalin serta Rhodamin-B, pihak sekolah tetap mengawasi penjual makanan di lingkungan sekolah yakni kantin sekolah.

Salah satu guru SND 002 Bontang Selatan Yani Astuti, mengatakan pihak sekolah sudah melakukan pengawasan di kantin sekolah dan hasilnya tidak ditemukan permen dot. Pasalnya, kantin sekolah selalu dicek secara berkala setiap 2 bulan.

Pihak sekolah juga bekerjasama dengan Puskesmas Bontang Selatan untuk mengecek makanan apa saja yang dijual. “Kalau di lingkungan sekolah, InsyaAllah bersih,” jelasnya saat ditemui, Sabtu (11/3) kemarin.

Terkait permen dot yang cukup meresahkan beberapa hari terakhir, Yani juga mengaku sudah mengenalkan kepada para siswanya saat sedang membina upacara. Tak hanya itu, penyampaian agar tidak mengonsumsi permen dot juga dilakukan di setiap kelas. “Hari Kamis lalu, kami ingatkan di setiap kelas oleh wali kelasnya masing-masing,” ujarnya.

Dikatakan Yani, setiap sesuatu yang mulai meresahkan, pihak sekolah akan langsung sigap. Para guru menyampaikan agar semua murid berhati-hati dan jangan sampai tertarik untuk membelinya. “Sudah kami ingatkan, tetapi jika terdapat di luar sekolah itu memang bukan kewenangan kami,” ungkapnya.

Aldi, murid kelas II SDN 002 Bontang Selatan, mengaku sempat membeli permen dot tersebut di warung dekat rumahnya. Namun karena rasanya tidak enak, dirinya tak pernah membelinya lagi. “Hari Minggu kemarin beli, tetapi tidak enak, dibilangin mama juga jangan beli lagi permen itu,” ujarnya polos.

Senada dengan Yani, Kepala SDN 008 Bontang Utara, Edy Dwiharsana menyatakan di lingkungan sekolahnya aman dari permen dot. Kantin sekolah hanya menyediakan makanan olahan sendiri tidak menjual makanan kecil olahan pabrik. “Kantin kami jualnya nasi soto, pop mie, dan tidak ada makanan seperti bonbon (permen, Red),” akunya saat ditemui, Sabtu kemarin.

Namun demikian, karena isu permen dot mengandung narkoba baru beberapa hari, pihaknya memang belum mengingatkan para siswanya. Rencananya, Hari Senin (13/3) nanti saat upacara disampaikan agar tidak mengonsumsi permen dot tersebut. “Kami juga belum tahu apa anak-anak ada yang sempat membelinya atau tidak,” ungkapnya.

Pemberitaan di berbagai media, diakui Edy cukup membuat resah pihak sekolah, para guru maupun orang tua. Apalagi, anak-anak belum memahami efeknya. Oleh karena itu, pihaknya akan menindaklanjuti.

Jika memang ditemukan di sekolah ada yang menjual maka akan disarankan untuk tidak menjajakannya. “Yang di luar sekolah bukan kewenangan kami, tetapi tetap akan kami pantau, jika pedagangnya menetap,”ujarnya.

Beberapa siswi kelas III SDN 008 Bontang Utara mengaku tak pernah membeli permen dot tersebut. Ada yang sempat membeli, tetapi rasanya tidak enak makanya dibuang. “Dulu pernah beli waktu masih kecil, sekarang nggak pernah beli lagi,” ungkap gadis berjilbab itu.(mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button