oleh

DPRD Usul Pindai KTP di Pos Jaga

Soal Penitipan Identitas di Pos Jaga Pupuk Kaltim dan Badak LNG

BONTANG – Terkait polemik penitipan KTP di pos jaga perumahan Pupuk Kaltim dan Badak LNG, manajemen kedua perusahaan tersebut akhirnya memenuhi panggilan DPRD Bontang, Senin (13/3) kemarin. Dalam rapat dengar pendapat dengan komisi gabungan yang dipimpin Ketua DPRD Bontang Nursalam, masing-masing perusahaan menyampaikan alasan ketatnya keamanan di hadapan para anggota dewan.

General Manajer Umum Pupuk Kaltim, Nursahid mempresentasikan soal penggunaan Electronic Security System (ESS) yang terpasang sekira awal tahun ini di perumahan PC VI Pupuk Kaltim. Katanya, penggunaan ESS akan efektif diberlakukan per 1 Juni mendatang.

Untuk memasuki area tersebut, dibutuhkan kartu yang disebut Radio Frequency Identification (RFID) serta stiker kendaraan. “RFID ini selain untuk membuka portal secara otomatis, juga memuat data pribadi pengendara, nomor kendaraan, jam berapa dia memasuki dan keluar dari kawasan. Intinya ini sebagai pengganti KTP,” ujar Sahid.

Tak hanya karyawan dan keluarganya saja yang mendapatkan RFID ini, masyarakat umum yang sering melintas di kawasan PC VI Pupuk Kaltim diperbolehkan mengurus RFID dan stiker kendaraan di Departemen Kamtib Pupuk Kaltim melalui bagian humas.

Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai stiker kendaraan dan RFID, tetap diperbolehkan masuk dengan menunjukkan identitas berupa KTP ataupun SIM. “Kalau masyarakat Bontang, cukup ditunjukkan saja. Tapi kalau masyarakat luar Bontang yang bertamu ke PC VI, identitasnya dititipkan di pos jaga karena dianggap sebagai tamu,” jelasnya.

Penggunaan ESS, kata Sahid ditujukan untuk mengidentifikasi setiap orang yang memasuki kawasan Pupuk Kaltim, tanpa terkecuali. Selain itu, jika terjadi kejadian yang tak diinginkan, Pupuk Kaltim dapat melacaknya melalui fitur track back yang ada di ESS. “Kalau pengendara melakukan tapping RFID, data in-outnya pasti masuk ke sistem. Jadi bisa dilacak ke waktu yang dekat dengan kejadian dan dapat diteruskan ke pihak berwajib. Kalau tidak melakukan tapping, tidak ada datanya,” bebernya.

Bagikan berita ini!