Opini

KUR dan Peran UMKM Terhadap Perekonomian Nasional

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 oleh World Bank diprediksi pada kisaran 5% – 5.3%, ini dianggap cukup baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara lainnya di dunia dan pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi dikisaran 3.4%. Berdasarkan gambaran kondisi global ini maka Indonesia dituntut untuk mendorong pertumbuhan serta pemerataan sektor ekonomi lokal yaitu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Saat ini jumlah pelaku UMKM di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2014 mencapai kurang lebih 57,9 Juta pelaku, tentunya jumlah tersebut akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Ditengah perlambatan ekonomi dunia, sektor UMKM berperan penting sebagai penyelamat dalam menjaga perekonomian nasional, sehingga peran dan kontribusinya perlu untuk ditingkatkan.

Pemerintah pada tahun 2017 ini telah menaikkan target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yaitu sebesar 10 % dari total penyaluran tahun lalu yaitu sebesar Rp.100Triliun menjadi Rp.110Triliun di tahun 2017. Untuk realisasi penyaluran KUR di 2016 tercatat mencapai 94,4% dari yang ditargetkan oleh pemerintah yaitu sebesar Rp.100Triliun.

Realisasi KUR tersebut lebih baik dibanding tahun 2015 yang hanya tercapai sekitar 75% dari target pemerintah yaitu Rp.30Triliun. Pada tahun ini optimisme pemerintah akan tercapainya penyaluran KUR tersebut sebesar Rp. 110 Triliun, hal ini dikarena bunga single digit 9% pertahun yang ditetapkan pemerintah dirasa cukup rendah dan ringan bagi pelaku UMKM.

Menurut data dari Kementerian Bidang Perekonomian RI Pada tahun 2016, Lembaga keuangan telah menyalurkan KUR kepada pelaku usaha UMKM melalui Bank-bank BUMN milik pemerintah seperti Bank BRI telah menyalurkan KUR Rp.69,45Triliun, Bank Mandiri Rp.13,31Triliun, Bank BNI Rp.10,3 Triliun dan sisanya disalurkan oleh BPD dan lembaga keuangan lainnya. Tahun 2017 sendiri pemerintah memberikan target Bank-bank BUMN dan lembaga keuangan lainnya untuk terus menyalurkan KUR bagi UMKM.

Bank BRI ditargetkan menyalurkan Rp.71Triliun, Bank Mandiri Rp.13Triliun, Bank BNI Rp.12Triliun dan sisanya oleh lembaga keuangan lainnya, total penyaluran KUR mencapai Rp 110 Triliun atau naik dari tahun sebelumnya yaitu Rp.100Triliun. Hal tersebut dilakukan pemerintah untuk terus mendukung para pelaku usaha UMKM agar terus tumbuh dan berkembang sebagai penopang perekonomian nasional Indonesia kedepan.

Program KUR pada intinya mendukung para pelaku UMKM yang kurang memiliki modal atau memerlukan modal tambahan yang dipergunakan untuk usaha produktif yang dijalankannya, agar usaha tersebut dapat semakin tumbuh dan berkembang. Sedangkan dari sisi pemerintah, penyaluran KUR tersebut dapat mendukung  tercapainya percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan pelaku UMKM dalam rangka penanggulangan atau pengentasan kemiskinan serta perluasan kesempatan kerja serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Program KUR diperuntukan untuk masyarakat yang ingin berwirausaha mandiri (entrepreneur) dari usaha kecil hingga menengah. Pemerintah telah bekerja sama dengan beberapa lembaga keuangan seperti bank untuk menyalurkan program KUR tersebut. Dukungan dari pemerintah tersebut memberikan hal positif bagi pelaku UMKM, yang harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing baik secara keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif untuk dapat bersaing ditengah ketatnya perdagangan bebas dengan melakukan proses produksi secara produktif dan efisien,menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar baik lokal maupun global dengan standar kualitas yang baik.(*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button