oleh

Lalulintas Kutim Tergolong Padat, Dishub Wacanakan Pakai Sistem Pengendali Lalin Terpadu 

 

SANGATTA – Meski tergolong kota kecil, namun siapa sangka kepadatan arus lalulintas  (Lalin) di jalan protokol jantung kota Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sangatta tergolong padat. Mengingat, jalur tersebut bukan hanya menjadi urat nadi masyarat setempat, namun juga sebagai jalur utama lintas provinsi yang menghubungkan daerah bagian timur dari Provinsi Kaltim. Oleh karena itu, pemerintah setempat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim berencana akan menerapkan sistem pengendalian Lalin terpadu.

“Kami tengah mempelajari untuk menerapkan sistem pengaturan Lalin terpadu itu,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dishub Kutim, Failu.

Dia mengaku, memang saat ini kemacetan yang terjadi di ruas-ruas jalan kota Sangatta masih bisa diatasi oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutim. Namun perubahan sistem pengaturan traffic light yang selama ini masih dilakukan secara manual ke sistem pengendalian terpadu atau Area Traffic Control Sistem (ATCS) melalui control ruang kendali secara remote, akan sangat membantu.

“Kami (Dishub, Red.) yakin sistem pengendalian traffic light ini dapat membantu mengatasi kemacetan Lalin. Karena, sudah digunakan berbagai kota besar di Indonesia. Seperti, Surabaya, Surakarta dan termasuk Balikpaan,” sebutnya.

Dari hasil perhitungan sementara, lanjut Failu, jika ingin menerapkan sistem lalu lintas terpadu tersebut, Pemkab Kutim harus merogoh kocek hingga Rp 3 miliar. Dengan menggunakan sistem lalu lintas terpadu, maka rekayasa lalu lintas akan lebih mudah dilakukan. Selain itu jika terjadi kecelakaan lalu lintas, maka dapat diketahui dengan mudah siapa yang menjadi penyebab kecelakaan karena dapat dilihat melalui kamera pengintai yang terpasang di setiap traffic light.

“Kami berencana akan mendatangkan konsultan untuk melakukan kajian, apakah sistem lalu lintas terpadu ini bisa diterapkan di Kota Sangatta. Jika layak, maka proyek besar ini akan diusulkan untuk mulai dikerjakan pada tahun 2018 mendatang,” tutup Failu. (aj)

Bagikan berita ini!