Bontang

HORE!!! Anggaran Insentif  Guru Swasta Sudah Tersedia

Neni: Sesuai Tahun Lalu Rp 1 juta Per Guru

BONTANG –Komitmen Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam hal pendidikan, dibuktikan dengan memberikan insentif  bagi guru SMA/sederajat swasta. Pasalnya, Neni telah membuat diskresi untuk tetap memberikan insentif  bagi guru SMA/sederajat  swasta dengan nominal sesuai tahun lalu yakni Rp 1 juta per guru.

Istri dari Andi Sofyan Hasdam ini mengaku, sudah menyiapkan anggaran untuk insentif guru swasta. Mulai dari guru TK, sampai SMA/Sederajat di Bontang. Sementara untuk SD dan SMP memang tidak ada masalah karena masuk dalam pengelolaan pemerintah kabupaten kota. “Nah, yang menjadi masalah ini SMA. Tetapi kemarin kami sudah meminta, walaupun untuk BOS Tuntas Berkualitas (BOS TK dari daerah, Red) tidak bisa, untuk insentif akan dicarikan celah, karena kasihan,” jelas Neni saat ditemui usai menghadiri seminar guru di Auditorium Wali Kota Lama, Jumat (24/3) lalu.

Sebenarnya, lanjut Neni, dananya memang ada, dan sudah dialokasikan. Jumlahnya pun sama seperti tahun lalu. Tetapi Neni tidak begitu tahu berapa total jumlahnya. Jika dari Provinsi Kaltim insentif guru swasta diberikan Rp 300 ribu, dan belum dianggarkan. Sementara di Bontang sudah dianggarkan, tetapi belum berani mencairkan. Karena sudah ada dari TP4D, yakni legal opinion bahwa untuk BOS TK tidak boleh untuk SMA/sederajat. “Tetapi untuk insentif guru swasta belum ada jawaban, kelihatannya sih ada celah, dan bisa diberikan,” harapnya.

Sementara, ketika nanti dana insentif guru swasta ini dinyatakan bisa diberikan, Neni menyatakan sepertinya masuk dana hibah. Pencairannya pun tidak mengharuskan ada Peraturan Wali Kota (Perwali), tetapi bisa diberikan langsung.

Sedangkan bagi guru negeri SMA/sederajat, Neni mengatakan tak ada masalah. Karena guru negeri sudah mendapatkan sertifikasi bagi yang sudah lulus sertifikasinya. Ada e-performance serta ada juga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan tunjangan uang makan. “Yang kasihan ini guru swasta,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa hari setelah melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim 16 Maret lalu, para guru SMA/sederajat swasta di Bontang mengunjungi Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu 19 Maret 2017. Mereka meminta kejelasan soal insentif guru swasta yang tetap diberikan daerah atau tidak juga pemberian BOS TK.

Di acara pengukuhan Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) 19 Maret lalu, Neni mengumumkan bahwa dirinya melakukan diskresi,  dan akan tetap komitmen memberikan insentif bagi guru SMA/sederajat swasta di Bontang. Mengetahui hal itu, para guru swasta yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK swasta mengunjungi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang untuk konsultasi pada Senin (20/3) lalu.

Saat ini, semua pihak masih menunggu hasil keputusan akhir dari kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Bontang, terkait pemberian insentif bagi guru swasta di Bontang.(mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button