Bontang

Industri Asuransi Kaltim Optimis Meningkat

 

Bontang Jadi Salah Satu Fokus Bisnis BNI Life

BONTANG – Mengacu pada tren pertumbuhan industri asuransi di Indonesia tahun 2016 lalu, tahun 2017 ini industri asuransi di Kalimantan Timur optimis akan terus bertumbuh alias naik. Bontang menjadi salah satu kota untuk pengembangan bisnis industri asuransi seperti BNI Life.  Pasalnya, Bontang, Balikpapan dan Samarinda menjadi kota penggerak perekonomian di Kaltim.

Hal tersebut merujuk data BPS Kaltim terkait perekonomian Kalimantan Timur  yang memberikan kontribusi 51,01 persen dari struktur perekonomian Pulau Kalimantan pada tahun 2016.

Membaiknya harga komoditas di pasar global khususnya komoditas energi seperti batubara dan gas alam serta komoditas pertanian di pasar global maupun regional membuat perekonomian Kalimantan Timur mulai menggeliat. “Melihat potensi yang dimiliki Kaltim khususnya Bontang, BNI Life berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnisnya di Kaltim,” jelas Direktur Utama BNI Life Budi TA Tampubolon, dalam press release-nya kepada Bontang Post.

Budi menyatakan pihaknya juga ingin memperkuat penetrasi financial literacy kepada masyarakat Kaltim. Sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya investasi khususnya melalui asuransi dan mulai mengatur manajemen keuangan.

Menurut Budi, hingga saat ini, BNI Life telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan industri besar di Kalimantan Timur. Produk berkualitas dan layanan excelent yang menjadi unggulan BNI Life merupakan salah satu alasan perusahaan besar memberikan kepercayaan dan bekerjasama kepada BNI Life. Salah satu value added unggulan BNI Life adalah program pengurusan klaim 27 menit.

“Program pengurusan klaim ini telah diakui dan dirasakan manfaatnya layanan klaim kami dan mereka menyatakan kepuasan atas layanan klaim tersebut,” ujarnya.

Budi berharap dengan produk unggulan yang  ditawarkan, BNI Life bisa menjadi pilihan asuransi bagi masyarakat Kota Bontang.

Untuk diketahui, Manajemen PT BNI Life Insurance (BNI Life) optimistis memperoleh pertumbuhan positif hingga akhir 2017. Target pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan premi industri yang dipatok oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebesar 20 persen.

Sepanjang tahun 2016, BNI Life mampu membukukan kinerja prima yang tercermin dari perolehan pendapatan premi yang mencapai Rp 4,75 triliun, atau tumbuh 46 persen dibandingkan dengan 2015 sebesar Rp3,25 triliun.

Untuk mendorong kinerja 2017, BNI Life menghadirkan produk-produk berkualitas dan memberikan layanan lebih melalui empat saluran distribusi yaitu Bancassurance, Employee Benefits, Agency dan Syariah dimana jalur bancassurance menjadi kontributor terbesar. Selain itu, BNI Life juga gencar untuk menggarap secondary cities yang memiliki potensi bisnis yang besar sekaligus memperbesar ruang penetrasi asuransi dengan melaksanakan program literasi keuangan dan pengenalan risiko-risiko hidup bagi masyarakat. (mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button