Advertorial

54 Penari Hudoq Diberangkan Ke Jakarta 

 

Dilepas Bupati, Ikuti PBN Hari Jadi TMII

SANGATTA – Sebanyak 54 penari Hudoq asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang bakal ikut memeriahkan Pawai Budaya Nusantara (PBN) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, dilepas secara simbolis oleh Bupati Ismunandar di Halaman Kantor Bupati, Rabu (12/4) kemarin.

Kepada Dinas Kebudayaan Iman Hidayat mengatakan, keikutsertaan Kutim di Pawai Budaya Nusantara di Jakarta kali ini adalah sebagai wakil dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Ada empat pemerintah daerah di Kaltim diundang, termasuk Kutim dan bakal tampil 16 April 2017.

“Kutim akan mengikuti dua event pada Pawai Budaya Nusantara. Pertama menampilkan tari Hudoq. Kedua Pesona Budaya Nusantara yang menampilkan produk Kutim, antara lain batik wakaroros dan anyaman getak,” jelasnya.

Kutim ditempatkan diurutan terdepan dari seluruh peserta se-Indonesia yang berpartisipasi. Tujuan keikutsertaan Kutim pada event ini untuk melestarikan budaya tradisional ke tingkat nasional. Sebagai bentuk promosi serta memberikan kesempatan pada pelaku budaya dan industri kreatif di Kutim mempublikasikan karyanya.

“Dasarnya adalah undangan Badan Pengelola TMII. Kutim juga ditunjuk sebagai pamong budaya untuk menjadi event organizer (EO) pada kegiatan tersebut,” sebut Iman.

Bupati Kutim Ismunandar mengapresiasi keberangkatan tim kesenian pada HUT TMII ke 42 tahun tersebut. Karena peserta tari merupakan gabungan dari penari beberapa kecamatan yang telah dipilih.

“Terima Kasih pada seniman dan seniwati telah mengabdikan diri pada pelestarian budaya Kutim untuk lebih dikenal di nusantara,” kata Bupati yang juga menjabat Ketua Dewan Kesenian Daerah Kutim.

Kepada para penari yang menjadi duta budaya Kutim, dirinya meminta agar menunjukkan bahwa daerah ini bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia. Terus menjaga stamina serta kesehatan selama mengikuti event.

Disebutkan, keterwakilan setiap kecamatan dapat memberikan arti bahwa pembinaan potensi budaya di daerah ini telah merata. Tidak hanya terfokus pada satu kecamatan atau desa saja.

Ketua Tim Hudoq Kutim Indra Bengeh mengatakan pada HUT TMII ke 42 ini, penari Hudoq yang diikut sertakan mencapai 54 orang. Berasal dari Kecamatan Muara Wahau, Muara Ancalong, Long Masangat, Busang, Sangatta Utara, dan Kecamatan Sangatta Selatan serta organisasi PDKT (Persekutuan Dayak Kalimantan Timur) Kutim.

“Kegiatan di TMII 2017 menampilkan tiga jenis tari Hudoq, sekaligus persiapan pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) 2018,” jelas Indra Bengeh

Sebelum diberangkatkan, dilaksanakan ritual adat Neken Hedoq selama dua menit. Dengan tujuan meminta keselamatan dari sang maha pencipta.

Dua penari Hudoq lebih dulu tampil dihadapan Bupati dan Wabup Kasmidi Bulang serta beberapa pejabat lainnya. Kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Perlu diketahui, sebagian penari sudah lebih dulu diberangkatkan karena harus mempersiapkan kostum Hudoq dari daun pisang yang akan digunakan saat tampil.

Penari Hudoq Kutim yang dibina Disbud bekerjasama PDKT Kutim ini akan tampil bersama 34 Provinsi se Indonesia. Tak hanya itu, Kutim juga akan mengikuti expo kesenian dan kebudayaan selama event berlangsung, yakni 16-23 April 2017. (hms3/hms8/drh)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button