Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Katrol Pendapatan dengan  Smart City

Published

on

Dibaca normal 1 menit

 

SAMARINDA – Tidak sekadar mempermudah administrasi dan perizinan, smart city nantinya menjadi cara untuk mengkatrol pendapatan daerah. Kepala Dinas Kominfo (Diskominfo) Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah mengatakan, sistem smart city meminimalisasi penunggakan pajak yang dilakukan masyarakat.

“Misal ada yang mau mengurus perizinan, ternyata dia belum melunasi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Otomatis sistemnya akan terkunci dan hanya bisa diakses setelah dia melakukan pelunasan,” terang laki-laki yang akrab disapa Dayat tersebut.

Seperti yang diketahui, penerimaan PBB di Samarinda belum maksimal. Diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus belum lama ini, sepanjang 2016, dari 201 ribu surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) yang dikeluarkan, hanya setengah yang kembali.

“Sedangkan nilai SPPT yang kami keluarkan itu Rp 50 miliar,” ucap Barus.

Kesadaran masyarakat ini masih kurang, sosialisasi pun digencarkan Bapenda. Selain sosialisasi, dengan smart city yang bakal berlaku, wajib pajak tidak perlu dikejar-kejar. Sebab, jika mereka tidak segera membayar, bakal susah mendapat perizinan. Jika perizinan tak didapat, usaha bakal susah berjalan karena salah satu persyaratan mendapatkan permodalan dari bank adalah perizinan usaha.

“Smart city itu nanti semua terintegrasi. Dari perizinan bisa pakai data dari kependudukan, kelurahan, dan sebagainya,” timpal Dayat.

Dia mengungkapkan, saat ini timnya yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai komunitas start-up hingga mahasiswa, mempersiapkan data kependudukan. Mengingat, saat ini data kependudukan di Samarinda masih belum semua tervalidasi.

Dayat memperkirakan, akhir 2017, usaha timnya untuk bidang kependudukan sudah siap. Selanjutnya tinggal mengintegrasikan aplikasi dan sistem yang ada di masing-masing instansi.

“Mereka bakal terjun ke lapangan juga. Sehingga, data yang didapat benar-benar valid,” pungkas Dayat.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca