Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Breaking News

Elpiji Langka, Pasokan Datang Langsung Ludes Hitungan Jam 

 

Pasokan dari Agen Terbatas

SANGATTA – Sudah sepekan terakhir pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau yang akrab dikenal ‘elpiji melon’ tak stabil. Akibatnya, warga pun berebut untuk mendapatkan gas yang disubsidi pemerintah tersebut. Mengingat keberadaannya cukup langka.

Suryati (34) salah satu pengecer gas elpiji melon mengaku sudah seminggu ini hanya mendapat 3 hingga 5 tabung dari agen. Padahal, sebelumnya dirinya bisa menerima 10 hingga 20 tabung setiap hari.

“Katanya, pasokannya juga terbatas. Makanya, kami hanya dijatah sedikit,” aku Yati yang berjualan di Jalan Yos Sudarso II.

Dengan pasokan yang terbatas tersebut, lanjut dia, banyak konsumennya yang tidak kebagian.

“Yah, nggak sampai beberapa jam, gas melon yang saya jual langsung habis. Karena di tempat lain juga banyak yang kosong,” ujarnya.

Senada, Wahyu (41) pedagang di Jalan Yos Sudarso III juga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan gas elpiji melon. Bahkan, terkadang dirinya hanya mendapatkan dua buah tabung gas. Itu pun harus mengantre dan berebut dengan pengecer lainnya.

“Kadang sehari dapat. Tapi kadang malah enggak kebagian. Sudah semingguan ini pasokannya enggak lancar,” sebut Wahyu.

Disinggung harga jual, dia mengaku, sebagian pedagang memang ada yang menaikan harga. Karena, kondisi pasokannya yang terbatas dan permintaan tinggi. Meskipun begitu, dirinya tetap menjual elpiji melon dengan harga normal.

“Biasanya saya jual Rp 24 ribu. Tapi kalau yang lain, bahkan ada yang jual sampai Rp 30 ribu,” ujarnya.

Terpisah, Jumian (35) mengaku sudah tiga hari tidak menjual elpiji melon. Sebab, setiap datang ke pangkalan, dirinya selalu kehabisan stock.

“Selalu kehabisan mas. Padahal, sudah pesan,” kata Jumian.

Sedangkan untuk elpiji 12 kg, kata dia, stock nya masih cukup. Dirinya, pun menjual dengan harga Rp 145 ribu.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button