Breaking News

Hasdam Ingin Tertulis Dalam Sejarah

 

Mantan Wali Kota Bontang dua periode, Andi Sofyan Hasdam memantapkan dirinya untuk melamar ke Partai Amanat Nasional (PAN), Senin (24/4) kemarin. Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim itu resmi melamar sebagai bakal calon wakil gubernur (cawagub).

“Di Golkar saya sudah melamar sebagai bakal cawagub. Tidak etis rasanya jika saya mendaftar sebagai bakal cagub di PAN. Untuk itulah, saya melamar sebagai bakal cawagub di PAN,” kata Hasdam.

Sebagai wakil, Hasdam akan memberikan masukkan kepada gubernur yang ia dampingi nantinya. Terutama terkait program-program yang sudah disiapkan. Di antaranya pembangunan industri di Banua Etam. Hal itu sejalan dengan semakin menurunnya sumber daya alam (SDA) seperti batu bara hingga gas.

“Saat ini, di Kaltim banyak sawit. Tetapi sampai hari ini kita hanya punya industri CPO (crude palm oil). Setelah jadi CPO, dikirim ke pabrik di luar. Kalau minyak goreng mau murah, pabriknya harus di Kaltim. Selama ini kita cuek. Kedua, saya juga punya data, produksi karet petani di Kaltim. Ternyata setelah dipanen, diangkut ke Banjarmasin. Lalu dikirim ke luar. Kenapa tidak ada pabriknya di Kaltim,” tanyanya.

Padahal jika pabriknya dibangun di Kaltim, ongkos produksi akan turun. Karena tidak ada yang namanya biaya transportasi. “Itu belum termasuk delapan komoditas lainnya,” tambahnya.

Menurutnya, tidak mungkin lagi gubernur terpilih masih berbicara soal minyak, gas, batu bara, dan SDA lainnya menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Ke depan, Kaltim akan melalui tahun berat. Sehingga harus berbicara sumber-sumber yang terbarukan,” katanya.

Hasdam juga menawarkan konsep Kaltim Sehat. Yakni Sehat Masyarakat, Sehat Pendidikan, Sehat Pemerintahan, serta Sehat Ekonomi dan Investasi. Pengalamannya memimpin Bontang menjadi modal utamanya untuk mengabdi bagi Kaltim. “Semuanya terangkum dalam Visi Baru Kalimantan Timur 2025,” katanya.

Dia mengungkapkan, mendaftar di hari terakhir karena dirinya baru sempat. Pasalnya, Hasdam menjabat ketua Bappilu Wilayah Kalimantan DPP Golkar. “Saya harus keliling Kalimantan. Ke Banjarmasin, Palangkaraya, dan lainnya. Sehingga baru sempat,” katanya.

Bicara soal kans, Hasdam optimistis. “Secara politis, yang sudah diputuskan menjadi cagub adalah Rita. Yang lain kan belum. Oleh karena itu, konsekuensinya, ketika melamar, menjadi pendamping Ibu Rita. Namun yang perlu saya sampaikan, Golkar itu dinamikanya tinggi. Di atasnya langit masih ada langit,” candanya.

Hasdam menegaskan, dirinya hanya ingin terdaftar di dalam sejarah. “Bahwa saya telah pernah ingin membaktikan akhir hidup saya sebagai wakil gubernur di Kaltim. Dan kalau tidak mendapat restu Allah, jangan dipaksakan. Saya kira ini sejarah,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, selama memimpin organisasi, tidak pernah ada gesekan. “Saya ingin menyampaikan bahwa di dalam hidup saya, rasanya tidak pernah ada orang yang tidak bisa bekerja sama dengan saya. Boleh ditanya. Selama saya di KKSS atau di Muhammadiyah, semuanya bisa bekerja sama,” tegasnya.

Kedatangan Hasdam juga sekaligus penegasan bahwa dirinya tidak akan maju lewat jalur independen. “Saya datang ke sini (PAN, Red.), tentu ingin maju lewat parpol. Saya tidak ada niatan maju lewat jalur independen,” tegasnya.

Ditanya soal “amunisi”, Hasdam langsung tersenyum. Dia mengungkapkan, syarat untuk memimpin Kaltim, harus memiliki “isi tas” atau uang. Finansial tersebut digunakan untuk keperluan biaya politik. Seperti membayar honor saksi, baliho, dan lainnya.

“Menjadi pemimpin harus memiliki elektabilitas, kapasitas, dan yang terakhir isi tas. Maksudnya duit. Jangankan mau maju di gubernur, jadi anggota DPR saja harus punya modal,” ujar Hasdam

Kendati demikian, dia langsung meluruskan. “Kekuatan finansial itu bukan money politic. Tapi untuk keperluan tahapan. Saya lihat Pilkada Jakarta itu sudah bagus. Bahwa orang memilih bukan lagi berdasarkan uang atau sembako,” ucapnya.

Hasdam menambahkan, PAN merupakan parpol kedua setelah Golkar yang dilamarnya. “Kalau masih ada yang buka, saya daftar,” tambah Sofyan. (gun)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button