Breaking News

Perpustakaan Jauh dari Pusat Kota

 

Pengunjung Didominasi Mahasiswa dan Masyarakat Umum

SANGATTA – Letak bangunan Perpustakaan Kutim yang berada di Jalan Soerkarno Hatta dinilai kurang strategis. Pasalnya, letak bangunan jauh dari pusat kota.

Kaspul Anwar,  Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim mengatakan, saat ini pengunjung perpustakaan masih didominasi para mahasiswa dan masyarakat umum. Jarak yang jauh dari pusat kota membuat jumlah pengunjung dari kalangan pelajar masih ketinggalan.

“Kalau dari pelajar, hanya dari SMA saja yang lumayan. Kalau siswa SMP dan SD masih belum,” kata dia saat ditemui di kantornya, Selasa (25/4) kemarin.

Dari data tahun 2016 lalu, rata-rata pengunjung perpustakaan di Kutim mencapai 4.115 orang per bulan. Jumlah itu sudah termasuk dengan pengunjung perpustakaan di seluruh kecamatan dan desa di Kutim. Kategori buku yang paling banyak dibaca adalah fiksi, kemudian pendidikan,  lalu disusul kategori kesehatan dan agama.

“Kalau yang di kecamatan dan desa itu dikelola melalui UPT  (Unit Pelaksana Teknis),” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku punya strategi khusus untuk berperan menumbuhkan minat baca masyarakat. Yakni dengan mengoperasikan perpustakaan keliling.

“Makanya kami jemput bola lewat Perpustakaan keliling. Biasanya titik yang dijangkau itu seperti pesantren, kawasan fasilitas umum, dan sekolah,” ujar Anwar.

Selain itu, perpustakaan yang sudah memiliki sekira 53 ribu koleksi buku ini juga telah membuat perencanaan dan pengusulan pembangunan gedung baru. Gedung tersebut nantinya akan dibangun di pusat kota.

“Kalau perencanaan sudah ada. Kami juga sudah mempunyai lahan di kawasan Jalan Pendidikan (AW Syahrani). Kalau ada anggaran akan dibangun,” tambahnya. (hd)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button