Kaltim

Antisipasi Lonjakan Harga

 

SAMARINDA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang puasa dan Idulfitri. Selasa (25/4) kemarin, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan meninjau langsung pusat ekonomi di Samarinda.

Dia didampingi Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kaltim H Fuad Asaddin, kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Ibrahim, kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nursigit, kepala Divisi Regional Badan Usaha Logistik Kaltim-Kaltara Bubun Subroto, PT Pelindo IV, dan lainnya.

Beberapa lokasi diinspeksi. Di antaranya Pasar Segiri, ritel modern Lotte Grosir, Kandivre Bulog Kaltim-Kaltara, distributor di kawasan pergudangan, hingga Pelabuhan Terminal Peti Kemas Palaran Samarinda.

“Mengawal daerah-daerah menjelang puasa dan Lebaran merupakan kegiatan yang bertujuan mengajak seluruh lapisan, baik instansi terkait, distributor, ritel modern, dan pedagang untuk memastikan ketersediaan stok dan kepatuhan terhadap HET (harga eceran tertinggi) yang telah ditetapkan,” jelas Oke.

Dia menyebut, bahan pokok yang beredar di masyarakat harus sehat, aman dikonsumsi, dan tidak mendekati kedaluwarsa.

“Pada dasarnya kami datang untuk memantau harga barang kebutuhan pokok, apakah sudah sesuai HET yang ditetapkan oleh pemerintah atau belum,” kata Oke.

Hasil pantauan di ibu kota menunjukkan, harga barang kebutuhan pokok relatif lebih tinggi dari HET yang ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan efek psikologis menjelang puasa dan Lebaran meskipun pasokan bahan pokok lancar aman sampai beberapa bulan mendatang.

Dari hasil kunjungan di gudang Bulog, stok beras dan gula terpantau cukup hingga Idulfitri, bahkan hingga delapan bulan mendatang. Sedangkan di Palaran, diketahui jika infrastruktur pelabuhan siap.

“Pelabuhan Palaran ini sudah siap untuk melayani pengangkutan barang kebutuhan pokok, namun kapasitas pelabuhan belum dioptimalkan. Akan lebih menguntungkan jika kapal kembali dalam keadaan isi, bukan kosong,”tutur Oke

Sementara, Fuad Asaddin mengemukakan, setiap hari pihaknya terus melakukan pengawasan harga. “Kami akan terus memantau harga dan mengikuti kebijakan pusat. Kami awasi distribusi dan ketersediaan guna menghindari spekulasi harga di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Fuad mengaku menginfokan kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan satu harga di ritel modern secara intensif, agar masyarakat tidak khawatir ketika terjadi lonjakan harga.

Selain itu, pemerintah siap menggelar pasar murah dengan melibatkan distributor dan ritel modern apabila terjadi lonjakan harga sembako. (yans/humasprov/gun)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button