Bontang

Warga Lembah Ujung Berharap Dibangun TPS 

 

Agar Masyarakat Tak Buang Sampah Sembarangan, Sekaligus Berdayakan Masyarakat Sekitar

BONTANG – Tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di wilayah lembah ujung, tepatnya di RT 53 Kelurahan Berebas Tengah dikeluhkan warga sekitar.

Pasalnya, dengan tidak adanya TPS, warga sekitar kerap sekali membuang sampah sembarangan baik di darat maupun di sungai. Efeknya bila dibuang ke sungai, tentu akan mencemari air. Sementara bila dibuang didarat, bisa menjadi kumuh hingga mengundang munculnya reptil-reptil liar, salah satunya ular.

Hal ini diungkapkan beberapa warga, salah satunya Jalal. Menurutnya, salah satu penyebab munculnya ular piton raksasa beberapa waktu lalu salah satunya diakibatkan karena banyaknya tumpukan sampah. Sehingga dijadikan oleh reptil bergigi tajam tersebut sebagai sarang mereka.

“Kadang warga disini juga kebingungan mau buang sampah dimana. Karena tidak ada yang dekat. Kalaupun mau dibuang di tong sampah, tempatnya agak jauh dari sini,” ujarnya belum lama ini.

Hal senada juga diungkapkan Syarifuddin. Warga lembah ujung yang juga staf Trantib Kelurahan Berebas Tengah itu menuturkan, pada dasarnay di 2015 lalu Pemkot Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah menganggarkan pembangunan TPS di wilayah ujung lembah yang berbatasan langsung degan tembok PT Badak LNG. Hanya saja, karena saat akan dibangun, dari pihak PT Badak LNG memasang plang bertuliskan larangan melakukan aktivitas di lokasi tersebut, sehingga dari pihak PU pun tidak berani membangun. Dan anggarannya akhirnya dialihkan untuk pembangunan yang lain.

“Sempat kami juga minta ke PT Badak. Bahkan dari humas dan legal PT Badak pun langsung meninjau ke lokasi. Mereka saat itu mengatakan tidak masalah jika akan di bangun TPS. Hanya saja, harus dilaporkan dahulu ke atasan. Naun hingga saat ini, belum ada lagi informasi kelanjutannya seperti apa,” terangnya.

Syarifuddin berharap, kedepan pembangunan TPS di lokasi tersebut bisa terealisasi. Pasalnya jika memang jadi dibangun, tentu akan memiliki nilai positif bagi warga sekitar. Diantaranya warga tak membuang sampah sembarangan lagi di bantaran sungai,hingga bisa memberdayakan warga sekitar dalam hal pengelolaan sampahnya.

“Bisa nanti ada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) disana sehingga pekerjanya bisa dari warga sekitar. Kalau perlu, PT Badak juga bisa melakukan pembinaan disana. Karena wilayah itu juga masuh dalam buffer zone,” pungkasnya. (bbg)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button