Bontang

Neni Ingin Sulap Lang-lang, DED Akan Diusulkan di APBD Perubahan

 

BONTANG – Selama lima tahun belakangan, Stadion Bessai Berinta atau lebih dikenal Lang-lang tak pernah tersentuh untuk perbaikan maupun peningkatan fasilitasnya. Oleh karena itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berkeinginan menyulap Stadion Bessai Berinta menjadi salah satu sarana olahraga warga Bontang yang modern, tertata rapi dan cantik.

Apalagi, selama ini Stadion Bessai Berinta ini selalu dijadikan salah satu alternatif warga Bontang untuk berolahraga. Baik itu jogging, basket, sepak bola atau hanya sekedar membawa anak-anaknya bermain.

“Saya ingin menata Stadion Lang-Lang ini menjadi cantik seperti kota-kota lain. Karena itu, saya kesini (Lang-lang, Red) bersama arsitek dan Kadispora. Mimpi saya adalah Stadion Lang-Lang menjadi cantik, tidak kumuh lagi,” jelas Neni, saat ditemui sedang berolahraga di Lang-lang baru-baru ini.

Sulap yang akan dilakukan Neni, yakni ingin membangun sebuah kawasan kuliner yang tertata rapi dan cantik. Konsep yang diimpikan Neni ialah sisi sebelah kiri stadion yang selama ini digunakan tempat warga kuliner, akan dibangun sebuah bangunan memanjang dua lantai. Untuk lantai pertama akan digunakan tempat kuliner sementara lantai kedua akan digunakan untuk sarana olahraga terbuka seperti gym, bulu tangkis, atau sebagainya, dengan sistem terbuka tanpa atap.

Dikatakan Neni, walaupun kondisi keuangan sangat memprihatinkan, namun akan diupayakan untuk dapat mewujudkan mimpinya.

“Intinya bagaimana membangun dengan segala minimalis, tidak usah dengan maksimalis, tapi sarana bisa eksklusif.” ujarnya.

Selain itu, Stadion Lang-lang pun akan diperlebar, sebab masih ada luas tanah sebesar 4.250 meter persegi, yang belum dibangun dan terletak di belakang stadion. Rencananya, lokasi tersebut akan segera disemenisasi dan dibangun musala. “Tahun ini Insya Allah DED-nya akan dianggarkan di APBD Perubahan. Pemerintah akan melebarkan stadion ini, dan rencananya akan dibangun musala, sehingga warga yang berolahraga bisa menunaikan kewajibannya jika masuk waktu salat. Selain itu juga akan dibangun toilet,” jelasnya.

Neni juga selalu berusaha mencari gambar atau referensi tempat wisata di kota lain, sehingga nantinya bisa diaplikasikan di Bontang.

“Biasanya saya kalau keluar kota, jika ada tempat yang bagus maka saya foto, hal ini bisa dijadikan bahan diskusi atau contoh, saat akan membangun wisata di Bontang,” pungkasnya.(mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button