Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Lima Kecamatan Masuk Zona Merah 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

 

PDAM Usulkan Bangun Embung dan Bendungan

SANGATTA – Krisis air bersih masih menjadi kekhawatiran PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, khususnya di penghujung tahun ini. Terutama di 5 kecamatan, yakni Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Sandaran, Kaubun, dan Long Mesangat.

Direktur PDAM Kutim Aji Mirni Mawarni menyebutkan kalau di daerah tersebut setiap musim kemarau selalu mengalami krisis air bersih. Terparah yakni di penghujung tahun 2015-2016, dimana sumber air baku di daerah itu mengalami kekeringan. Akibatnya pelayanan air bersih ke masyarakat dihentikan.

“Musim kemarau tahun lalu, PDAM Sangatta Selatan sempat berhenti produksi selama 2 bulan karena sumber air baku di situ mengalami kekeringan dan tercemar limbah tahu. Kalau di Kaubun, produksi terhenti selama 1 bulan,” bebernya ketika ditemui belum lama ini.

Kondisi serupa juga terjadi di PDAM Teluk Pandan. Telaga Bening yang jadi sumber utama air baku mengalami kekeringan. Air di telaga tersebut sampai nyaris kering kerontang. Sementara sumber air telaga hanya mengandalkan air hujan.

“Selain karena kuantitasnya yang kurang, kualitas air di Telaga Bening juga tidak begitu bagus. Kondisinya hampir sama dengan PDAM Sandaran. Kalau air laut pasang, maka air baku yang disedot Intake pasti asin, karena tercampur air laut,” tuturnya.

Adapun untuk PDAM Long Mesangat, sambung Mawar, bukan karena kualitas airnya. Tapi kondisi Intake dan WTP yang beroperasi di daerah tersebut belum begitu memadai. Akibatnya kualitas air yang tersalurkan ke masyarakat kurang bagus.

“Mengantisipasi hal itu, kami sudah usulkan ke Badan Wilayah Sungai untuk membantu membenahi di titik-titik yang jadi sumber air baku PDAM. Informasinya, mereka juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) terkait,” tuturnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments