Bontang

AMBM Terbelah, Akan Gelar Aksi Lanjutan Menolak Kenaikan Tarif Air

BONTANG – Aliansi Masyarakat Bontang Menggugat (AMBM) mulai terpecah. Sebagian dari anggotanya ternyata tidak menyepakati hasil mediasi AMBM dengan Wali Kota Bontang dan DPRD Bontang pada Kamis (11/5) lalu.

Bahkan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Bontang juga memilih memisahkan diri dari AMBM dan berencana menggelar aksi lanjutan, Senin (15/5) mendatang.

Salah satu yang menyatakan dirinya mundur dari AMBM yakni Muhammad Shaleh. Ketua Forum RT Bontang Baru yang juga Ketua RT 16 Bontang Baru mengaku kecewa dengan kesepakatan yang diambil AMBM dan Pemkot Bontang.

Kesepakatan menunda kenaikan hingga Lebaran menurutnya bukan tuntutan awal mereka menggelar aksi tolak kenaikan tarif air PDAM. “Saya tidak sepakat dengan kenaikan tarif air PDAM yang akan diberlakukan,” jelas Shaleh yang akrab disapa Aleng itu kepada Bontang Post, Jumat (12/5) kemarin.

Pihaknya, menganggap kesepakatan tersebut sudah keluar dari jalur dan komitmen AMBM. Pasalnya, 4 poin yang dibuat sebagai tuntutan ke wali kota Bontang sudah disepakati bersama.

Ketika ada pertemuan antara Wali Kota, DPRD dan beberapa koleganya dari AMBM  yang hadir memang menyepakati. Namun, dalam AMBM itu ada beberapa elemen. “Sehingga saya sebagai Forum RT Bontang Baru menolak keputusan yang ada, karena kondisi saat ini belum memungkinkan untuk kenaikan tarif,” beber dia.

Aleng mengatakan, kondisi masyarakat saat ini sedang turun dalam hal perekonomian. Selain itu, kualitas air PDAM, serta kuantitasnya pun masih belum ditingkatkan. Apalagi, wilayah Kelurahan Bontang Baru, air PDAM tidak setiap hari mengalir.

Sementara, kesepakatan itu pemerintah hanya menunda saja dan setelah Lebaran tarif akan tetap dinaikkan. “Siapa yang menjamin setelah Lebaran perekonomian akan membaik?” ujarnya.

Oleh karena itu, Aleng berharap pemerintah bijak dalam menyikapi kenaikan tarif PDAM dengan melihat kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat saat ini.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu mahasiswa yang tergabung dalam HMI Bontang, Muhammad Arisaldi Ahdar. Ia  menyatakan pihaknya tetap akan melanjutkan aksi karena banyak keganjalan dalam penyampaian saat mediasi.

Apalagi, yang menjadi kesepakatan AMBM di awal tidak diakomodir. Pemerintah hanya menunda dan memberlakukan kenaikan tarif air setelah Lebaran. “Artinya, setelah puasa tarif PDAM akan tetap naik 20 persen dan terus naik hingga 50 persen di akhir tahun. Apa ada yang bisa menjamin setelah Idul Fitri kondisi keuangan Bontang akan membaik?” terang Ari.

Para mahasiswa juga akan tetap menggelar aksi unjuk rasa Senin mendatang. Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan petisi berupa tandatangan masyarakat yang tetap menolak kenaikan tarif air PDAM. “Masih berjalan, belum tahu jumlahnya sudah berapa yang pasti sudah ratusan,” ungkapnya.

AMBM ANGGAP HAL BIASA

Mundurnya Muhammad Shaleh alias Aleng dari AMBM menurut Koordinator dan Penanggungjawab Aksi dari AMBM Muhammad Muqrim, adalah hal yang biasa dalam satu kelompok organisasi. Aleng yang mengatasnamakan Forum RT menyatakan mundur karena kesepakatan Pemkot Bontang dan AMBM tidak sesuai.

Dikatakan Muqrim, pihaknya tak bisa mengintervensi teman-teman yang ingin menarik dirinya dari AMBM.

Pasalnya, mereka punya hak masing-masing. Sama halnya dengan aksi lanjutan yang akan mereka gelar Senin (15/5). “Kami tak bisa melarang, karena itu dilindungi Undang-Undang,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, sepengetahuannya yang menarik diri dari AMBM hanya Aleng yang mengatasnamakan Forum RT. Sedangkan untuk mahasiswa yang tergabung dalam HMI, mereka masih sepakat dengan hasil mediasi Kamis (11/5) lalu. Tetapi, dirinya tidak tahu, jika kemudian mereka ikut menarik diri. “Pada prinsipnya, kami tetap menghargai keputusan teman-teman,” ungkap dia.

Muqrim menyatakan, pada prinsipnya, apa yang menjadi tuntutan AMBM telah diakomodir oleh Pemkot Bontang. Ke depan, pihaknya hanya tinggal mengawal apa yang sudah disepakati. (mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button