Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Pajero Eks Mantan Ketua DPRD Banyak Diminati

Pajak Tertunggak Ditanggung Pembeli, Harga Lebih Mahal

BONTANG – Pembeli kendaraan yang dilelang Pemkot Bontang bekerjasama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) tampaknya harus lebih jeli untuk melakukan penawaran. Pasalnya harga limit penjualan yang terbilang miring, bakal mengalami lonjakan yang cukup tinggi manakala ada peserta lelang yang berani menawar dengan harga lebih tinggi.

Belum lagi pemenang lelang akan menanggung sejumlah pembiayaan di luar harga lelang yang terbilang tak sedikit. Misalnya, biaya pajak yang mati sekian tahun, biaya perbaikan mesin, biaya dekorasi dan biaya balik nama dari plat merah ke plat hitam.

Satu dari belasan mobil yang banyak diminati calon peserta lelang adalah mobil Mitsubishi Pajero produksi tahun 2003, bekas tumpangan mantan Ketua DPRD Bontang Umar Tanatta. Limit penjualannya berkisar Rp 60 juta. Harga yang cukup murah untuk mobil mewah yang sempat ngetren dimasanya.

Namun harga tersebut sangat kontras dengan kondisi mobil. Pantauan media ini mobil dengan nomor polisi (nopol) KT 1117 D tidak terawat. Ban depan mengalami kebocoran, bumper mobil peot,  bahkan kondisi dalam mobil ditumbuhi tanaman liar. Informasi yang diperoleh Bontang Post, pajak mobil Pajero ini sudah mati sejak 2015.

“Kami lepas dengan kondisi seperti ini. Untuk yang lain-lainnya ditanggung pemenang,” ujar Dedi Haryanto, Kasubid Penilai Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Bontang, saat ditemui di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7 di lahan tempat pengumpulan belasan unit mobil lelang.

Sementara itu, Samsul Hadi pemilik bengkel mobil, Sampoerna Motor yang beralamat di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Kuala, mengatakan, limit penjualan Rp 60 juta untuk mobil lelang sekelas Pajero produksi tahun 2003, terbilang mahal.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Check Also

Close
Back to top button