Bontang

WOW!!! Menangkan Selusin Motor dan Dua Mobil, Warga Pinrang Borong Kendaraan Lelang

BONTANG – Amor Patturusi asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan,  memborong di lelang terbuka  aset daerah berupa kendaraan dinas dan inventaris milik Pemkot Bontang yang dihelat di Auditorium Eks Kantor Wali Kota, Senin (22/5) kemarin.

Soal asal bukan masalah, namun ada hal yang menarik dari pria yang beralamat di Jalan Ammani Selatan RT 01, Kelurahan Mattirotasi, Kecamatan Mattiro Selatan, Kabupaten Pinrang ini. Sejak awal penawaran objek lelang dibuka, ia peserta yang berani menawar dengan harga tinggi.

Alhasil,  sebanyak 12 unit kendaraan roda dua, dan 2 unit kendaraan roda empat, ia menangkan. Dari pengakuannya ia mendapat informasi perihal adanya lelang kendaraan dengan harga miring lewat rekannya.  “Dapat info dari teman makanya saya nekat datang ke Bontang,” akunya dengan aksen Bugis.

Meski berasal dari luar daerah, ini bukan kali pertama ia mengikuti lelang. Sebelumnya ia pernah mengikuti lelang di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang. “Waktu itu ada mobil sitaan yang dilelang, sayang kalah penawaran,” ungkapnya.

Untuk mengikuti lelang kendaraan ini, Amor menyiapkan dana sebesar Rp 200 juta. Rencananya, seusai melunasi pembayaran, ia akan membawa barang-barang tersebut ke daerah asalnya untuk dipakai berkebun.

“Di pakai berkebun sama pegawai, kebetulan saya punya usaha di sana,” pungkasnya.

Sementara, Kasi Pelayanan Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bontang yang bertindak sebagai pemandu jalannya lelang, mengaggap hal wajar jika ada peserta dari luar daerah. Sebab, lelang terbuka untuk siapa saja selama dia Warga Negara Indonesia.

“Lelang ini kan terbuka untuk umum, artinya dari mana pun asal peserta selama dia orang Indonesia tidak ada larangan,” terangnya.

Sementara itu Hastati, warga Tanjung Limau, mengaku kecewa dengan pelaksanaan lelang. Pasalnya, rata-rata pemenang adalah orang dengan kemampuan finansial di atas rata-rata. Padahal, dirinya ingin membeli sebuah sepeda motor untuk digunakan sebagai kendaraan menjual sayur.

“Kecewa kalau begini, yang menang orang kaya, kalau nawarnya sudah Rp 2 juta saya gak sanggup,” ucapnya.  (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button