Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Kaum LGBT Terendus di Bontang, Ada Yang Berstatus Pelajar hingga PNS, Sering Nongkrong di Cafe

BONTANG – Terungkapnya kasus pesta kaum sesama jenis (gay) di Jakarta belum lama ini, semakin memperkuat indikasi  Indonesia darurat penyakit seksual menyimpang. Hampir di seluruh daerah di Indonesia, pelaku penyimpangan mulai berani menampakkan hubungan terlarang mereka, kendati masih banyak yang tertutup.

Lantas bagaimana keberadaan kaum Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT)  di Bontang ? tiga bulan lalu, tepatnya, Selasa (28/2) masyarakat Bontang sempat dihebohkan dengan tertangkap basahnya salah seorang penjaga masjid atau marbot, yang kepergok sedang bermesraan bersama teman prianya. Nyaris saja keduanya jadi sasaran amuk warga Kelurahan Gunung Telihan.

Kamis, (25/5) Bontang Post pun mencoba melacak aktivitas kaum LGBT, di beberapa tempat yang kabarnya merupakan lokasi berkumpulnya para gay dan sejenisnya. Salah satunya di tempat pusat kebugaran.  Dari pantauan, tak ada aktivitas mencurigakan dari para member, nampak para pria bertubuh kekar dan berotot  melangsungkan aktivitasnya. Bahkan gerak-gerik mencurigakan yang menandakan bahwa mereka penyuka sesama jenis sulit ditebak.

Alhasil awak redaksi pulang dengan tangan kosong, namun upaya untuk mengungkap kelompok ini, terus dilakukan. Salah satunya dengan mencari kontak kerabat terdekat yang kerap kumpul bersama dengan para kaum gay.

Satu persatu-satu kontak pun dihubungi, untuk melakukan wawancara eksklusif dengan salah seorang yang masuk dalam kelompok gay Bontang. Ada 3 kontak pria yang berhasil didapat, dari kesemuanya hanya satu yang bersedia untuk di wawancara.

Romeo, bukan nama sebenarnya, pemuda berusia 24 tahun ini mengaku sudah 5 tahun terakhir menjadi seorang gay. Ia mengaku, mulai tertarik dengan sesama jenis saat dirinya duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA), kala itu ia menyukai teman sekelasnya. Sayang, ia tak berani mengungkapkan perasaannya lantaran malu.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button