Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Karst Kutim Tak Ada Samanya di Dunia, Bisa Jadi Asal Mula Tatto Kalimantan

Published

on

Dibaca normal 2 menit

Penelusuran Tim Ekspedisi Penyelamatan Gambar Cadas

Jejak dan silsilah tapak tangan atau gambar cadas dalam gua Karts Mangkalihat, Sangkulirang menyimpan banyak misteri. Tim peneliti yang terdiri atas arkeolog dan geologi terkemuka Indonesia mencoba mengungkap teka-teki rock arts itu.

TANAH belum terlalu terang kala itu, tim ekspedisi sudah bersiap menuju Gunung Gergaji. Mereka berangkat dari Hambur Batu, Kecamatan Bengalon. Tim menggunakan moda transportasi kapal klotok menempuh sekira 40 kilomter. Di sana mereka ingin meneliti  gambar cadas yang diperkirakan sudah berusia ribuan tahun.

“Penelitian ini dilakukan untuk terus melestarikan cagar budaya,” kata Silvano Hajid, Koresponden CNN Indonesia, di dalam video yang tayang di channel Youtube CNN Indonesia, bertajuk Inside Indonesia: Siapa Nenek Moyang Sangkulirang.

Perjalanan tim ekspedisi penyelamatan situs gambar cadas yang digawangi Balai Pelestarian Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini sedikit berat, karena harus melawan arus Sungai Bengalon. Ditambah lagi banyaknya batang pohon yang hanyut di tengah sungai. Namun halangan itu tak berarti lagi, karena dari kejauhan gunung Gergaji menampakkan batang hidungnya. Seperti namanya, gunung itu bergerigi bak gergaji.

“Biasanya gunung ini hanya didatangi oleh warga yang ingin mencari sarang burung walet. Dulu tidak ada yang tahu bahwa di sini peninggalan zaman pra sejarah,” kata Kusmin warga setempat.

Tim eskpedisi langsung memanjat tebing karts. Butuh tenaga ekstra, karena satu-satunya jalan  menuju Gua Tewet, dimana gambar cadas itu berada adalah dengan mendaki sekira 40 meter, lalu memanjat tebing setinggi 20 meter. Di dalam gua, tim langsung mendapati gambar cadas. Berdasarkan pengamatan, gambar tersebut tergolong unik, pasalnya gambar itu sangat khas Kalimantan. Bahkan belum pernah ditemukan di tempat lain.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments