Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Sangatta

Beras Bau Dijual 35 Ribu, Warga Gunakan Untuk Pakan Ayam 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA- Beras Miskin (Raskin) Produksi Perum Bulog mendapatkan kritikan pedas dari warga Bangun Jaya Kecamatan Kaliorang. Pasalnya, beras dengan berat 15 Kilogram tersebut berbau, hancur, dan kuning kehitaman. Meskipun begitu tetap dijual dengan harga Rp 35 ribu perkilonya.

“Berasnya jelek sekali. Mengeluarkan bau, kehitaman, dan hancur. Yang jelas tidak layak dimakan sama manusia. Benar- benar buruk sekali,” ujar Rika warga sekitar.

Meskipun begitu, dirinya mengaku tetap membeli beras tersebut. Hanya saja bukan untuk dikonsumsi melainkan diperuntukkan  pakan ayam.

“Saya beli dua karung untuk makan ayam saja. Karena kalau untuk dimakan manusia enggak layak. Meskipun dicampur sama beras baru enggak bagus juga. Jadi mending saya beli beras baru saja untuk makan,” kata ibu anak dua itu.

Sementara itu, warga lainnya Jainur juga membenarkan jika beras yang datang saat ini tak laik dikonsumsi. Yang paling memberatkannya ialah beras tersebut menimbulkan bau dan kehitaman.

“Memang saya beli. Tetapi untuk ayam. Masalahnya ayam saya enggak mau juga. Mungkin kalau dimasakkan baru mau dimakan,” kata Jainur.

Hal ini juga disampaikan Wasian. Beras yang datang saat ini terbilang buruk. Meskipun begitu ada dampak positifnya. Yakni bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit gula.

“Kalau yang punya penyakit gula pasti beli. Karena beras ini bagus untuk mereka yang punya penyakit gula. Saya salah satunya beli juga,” katanya.

Sementara itu Kades Bangun Jaya, Supanjen membenarkan jika kualitas beras yang datang saat ini tidak seperti sebelumnya. Berasnya cenderung buruk. Wajar, dari 100 kupon yang disebar hanya beberapa saja yang mengembalikan. Terpaksa, pembelian beras dibebaskan kepada siapa saja yang berminat. Baik miskin maupun kaya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments