Bontang

Seragam Gratis Lambat Disalurkan, Wali Kota Kecewa

BONTANG – Keterlambatan distribusi paket perlengkapan sekolah gratis untuk 38.727 pelajar se-Bontang membuat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni kecewa terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) selaku pengguna kuasa anggaran. Dua kali gagal lelang, Neni meminta Disdik di bawah komando Akhmad Suharto agar lebih serius.

Target distribusi yang dijadwalkan tahun ajaran baru bulan Juli ini, tak kunjung terealisasi. Alasannya, Disdik sangat hati-hati menentukan spesifikasi kain yang  sesuai dengan harga yang dianggarkan, agar tak menimbulkan masalah kemudian hari.

“Kendalanya  di proses lelang, terpaksa realisasinya molor dari jadwal. Saya juga sudah tekankan, kalau prosesnya masih seperti ini, untuk tahun depan lelangnya harus mulai dari sekarang,” tegas Neni.

Dijelaskan, persoalan ini akan menjadi evaluasi Wali Kota dan Wakil Walikota, atas kinerja para pejabat di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Jika dinilai memiliki kinerja yang buruk dan tidak sesuai dengan target, ia pun mengaku akan mengevaluasi secara keseluruhan, dan tak segan untuk melakukan mutasi.

“Semua pejabat saat ini memiliki perjanjian kinerja dengan kepala daerah. Kalau kepala dinas tidak bisa mengikuti kinerja saya, mohon maaf. Saya akan evaluasi. Terlebih anggaran diketuk Desember (tahun 2016, Red.), masak sekarang baru jalan,” paparnya.

Diketahui, lelang pengadaan seragam sekolah gratis bagi seluruh pelajar di Kota Bontang kembali gagal dilaksanakan. Setelah Mei 2017 lalu lelang yang diikuti enam perusahaan juga dinyatakan gagal. Beruntung, untuk tas dan sepatu gratis berhasil dilelang, dan tengah proses produksi. (*/nug)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button