Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Breaking News

Kutim Dijajah Kebun Sawit

Minta Lahan Tersisa Fokus untuk Pertanian

SANGATTA – Kabupaten Kutim kini ‘dijajah’ perkebunan kelapa sawit. Sebutan tersebut cukup beralasan. Mengingat jika melihat jumlah luasan kebun yang terdapat di wilayah itu, kini menjadi yang terbanyak se-Kaltim. Meskipun begitu, predikat ini tidak lantas membuat Pemkab Kutim bangga. Karena luasnya pembukaan lahan sawit di 18 kecamatan, membuat pengembangan sektor pertanian pun terganggu. Sebab, banyak lahan pertanian yang kini dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Kutim ini ibarat dijajah sawit. Banyak lahan pertanian yang kini beralihfungsi. Sementara sumbangsih dari sawit belum begitu terasa hasilnya. Masalah kebun sawit plasma, sampai sekarang juga belum tuntas,” kata Wakil Bupati Kasmidi Bulang saat Rapat Koordinasi dengan sejumlah Camat dan Kades, baru-baru ini.

Menurut dia, Pemkab Kutim saat ini tengah menggalakan pengembangan komoditi pertanian. Karena, jika dilihat hasilnya justru dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu kepada Camat maupun Kades diharapkan dapat menginventarisir dan segera melaporkan lahan di wilayahnya yang masih belum tergarap oleh perkebunan. Sehingga, bisa diambil alih pemerintah untuk dimanfaatkan dalam mengembangkan sektor pertanian.

“Kami (Pemkab) tidak menghentikan program sawit. Tapi, hanya akan memanfaatkan lahan tidur di kecamatan untuk komoditi pertanian. Atau lahan yang sudah digarap sekalipun bisa, dengan metode tumpang sari,” jelasnya.

Kasmidi mengatakan, salah satu program bupati terkait pengembangan sektor pertanian yang kini sudah mulai berjalan adalah program singkong gajah dan jagung. Ada dua kecamatan yang menjadi pilot project program tersebut yakni, Kecamatan Rantau Pulung dan Batu Ampar.

“Untuk program singkong gajah sekarang sudah berjalan. Karena, sudah ada kerjasama antara Pemkab Kutim dengan PT Indofood,” sebut Kasmidi.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button