Breaking News

Dikalahkan PSAD, Peluang Lolos BFC Tertutup 

Sempat Unggul, PSAD Membalikkan Skor di Menit Akhir

BONTANG – Kekalahan yang dialami Bontang FC memaksa harus menutup peluang lolos dari fase 8 besar Liga Nusantara (Liga 3). Bontang FC (BFC) yang didapuk sebagai tim tamu, harus mengakui keunggulan PSAD dengan skor 2-1, Kamis (27/7) kemarin.

Awal pertandingan tepatnya di menit ke-8, PSAD sudah membuka peluang pemain nomor punggung 7. Andi A tinggal berhadapan dengan penjaga gawang BFC Paskal. Namun peluang tersebut belum membuka skor lantaran bola masih melenceng di sisi kiri tiang gawang.

Justru melalui serangan balik dari sisi sebelah kanan pertahanan PSAD, Ananda P mengirimkan passing kepada Rynaldy yang sudah berdiri bebas. Sontekan kerasnya meluncur deras kedalam gawang yang dijaga oleh Abdul Azis, BFC unggul 0-1 tepat di menit ke-17.

Cukup memerlukan waktu 5 menit bagi PSAD untuk menyamakan kedudukan. Bermula dari  permainan segitiga Ridwan, Agus Yuli, dan Khaidir, sepakan Khaidir tepat 2 meter di luar garis pinalti gagal dibendung oleh Paskal sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Upaya BFC untuk menambah pundi golnya semakin gencar, di menit 32 Destar H mengeksekusi tendangan bebas berkat pelanggaran dari pemain PSAD. Akan tetapi, tendangan tersebut hanya membentur mistar gawang yang dikawal oleh Abdul Azis yang bernomor punggung 99, skor sama kuat hingga babak pertama selesai.

Jual-beli serangan terjadi di babak kedua. Namun petaka bagi BFC kembali hadir di menit injury time, tepatnya menit ke-91 menerima passing dari sisi kanan zona serang PSAD, Agus Yuli berhasil mencukil bola dimana posisi Paskal sudah maju kedepan. Kedudukan menjadi 2-1 dan selang satu menit wasit Herman meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Kekalahan BFC menurut kacamata pelatih Pujo Sumedi disebabkan karena tidak adanya keberuntungan yang menyelimuti skuad The Reds Equator –julukan BFC. Selain itu ia juga menyorot perihal konsentrasi punggawa BFC yang lengah.

“Sepakbola ada faktor lucky (keberuntungan), kita (BFC) dua kali pertandingan menit-menit terakhir kebobolan, ini disebabkan kurang fokus,” ungkapnya.

Kedepan tim pujaan Bontang Mania ini akan bermain nothing to lose (tidak mengejar ambisi) di satu laga sisa Liga 3. Sementara itu kemenangan PSAD berkat pergantian skema dari 4-4-2 menjadi 4-3-3 hal itu dipaparkan oleh Manager PSAD Muhclisin.

“Kita pakai skema baru mengingat ada kondisi pemain yang mengalami cedera, permintaan pelatih seperti itu,” ujarnya.

Walaupun kebobolan terlebih dahulu, langkah yang dilakukan oleh jajaran manajer dan pelatih yakni dengan memompa semangat pemain secara intensif. Hasilnya PSAD dapat membalikkan skor menjadi kemenangan bagi tim yang dibentuk dari TNI Angkatan Darat tersebut. (*/ak)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button