Bontang

Titik Nol Jalan Lingkar Disidak, DPRD Minta Perhatikan Bangunan Sekitar 

BONTANG – Rencana pembangunan jalan lingkar pesisir zona utara berdampak pada beberapa bangunan yang ada. Salah satunya ialah posisi pos tukang ojek yang berada di pintu masuk pujasera kelurahan Selambai tepatnya di samping pelabuhan Loktuan yang menjadi titik nol pembangunan. Hal ini terungkap saat Komisi III DPRD menggelar sidak terkait penetapan titik nol pembangunan jalan lingkar, kemarin (1/8).

Wakil Ketua Komisi III, Suhut Hariyanto meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum  dan Penaataan Ruang Kota (PUPRK) agar memperhatikan beberapa bangunan disekitar lokasi. Salah satunya ialah bangunan pos ojek yang harus dicarikan solusi kedepannya agar warga yang memiliki pekerjaan tersebut tidak terusik.

“Tolong Dinas PUPRK nanti dicarikan tempat untuk relokasi pos ojek ini,  bisa diseberang jalan sana,” katanya.

Lain halnya dengan Wakil Ketua DPRD Faisal, berkaitan dengan penetapan titik nol pembangunan jalan lingkar tersebut ia meminta Dinas PUPRK untuk menggelar sosialisasi sekali lagi dengan warga sekitar area yang ditetapkan. “Hal ini terkait masyarakat yang sering menitipkan kendaraannya disini,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPRK, Tavip Nugroho mengatakan titik nol pembangunan jalan lingkar ini menjadi problem utama yang dihadapi oleh Pemkot Bontang. Sebelumnya, Dinas PUPRK menetapkan titik nol berada di area makam Loktuan namun proses tesebut batal lantaran permasalahan lahan. “Dulu disana (kawasan makam Loktuan) tetapi karena lahan bermasalah jadi berpindah disini,” tandasnya.

Penentuan titik nol proyek multiyears ini mendapat tanggapan positif oleh warga. Ketua RT 03 Selambai, Ahmani berpendapat bahwa masyarakat sekitar mendukung program Pemkot Bontang tersebut, asalkan tidak mengganggu aktivitas nelayan.  (*/ak)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button