Bontang

PT TBI Janji Bisa Tarik Solaria hingga Cinema 21 ke Oak Tree

Tawarkan Resort Hotel untuk Oak Tree

BONTANG – PT Timur Borneo Indonesia (TBI) menawarkan mengambil alih pengelolaan Hotel Oak Tree milik Pemkot Bontang. Komisaris PT TBI Heruansyah Noor menjanjikan konsep resort hotel. “Hotel Oak Tree ini potensial tapi kok terlantar? Berarti tinggal konsepnya yang harus diperbaiki,” katanya.

Apabila disetujui, PT TBI akan mengganti nama hotel menjadi Royal Suite. Di mana segmentasi terbagi menjadi tiga yakni corporate, atlet (sport), dan entertainment.

“Ada tiga bangunan, bangunan pertama akan digunakan menjadi corporate di mana ke depan investasi Pertamina masuk Bontang tahun 2018. Bangunan kedua adalah sport, dimana hotel nanti dilengkapi dengan fasilitas outbond. Sedangkan terakhir yakni entertainment dimana ada spa, karaoke, dan fasilitasnya,” paparnya.

Disamping itu di sisi kanan bangunan hotel pihak PT TBI akan menjadikan lokasi komersial area. Konsepnya tidak hanya ada kuliner melainkan juga digunakan sebagai rest area. “Ada tenant yang bisa saya tarik ke sini di antaranya Batik Keris, Solaria, J-Co, McDonald’s, dan Cinema 21,” ulasnya.

Berkaitan tenaga kerja PT TBI berjanji menggunakan 70 persen dari tenaga lokal. Bukan hanya itu, diakuinya akan tetap bersinergi dengan Pemkot Bontang.

Beberapa fasilitas yang ditawarkan di antaranya lounge, jacuzi, sauna, dan karaoke. Heruansyah menegaskan bahwa pengalamannya di dunia perhotelan sudah dapat diandalkan untuk mengelola bangunan peninggalan Hotel Oak Tree milik Pemkot Bontang itu.

“Salah satu hotel saya yakni Hotel Hakaya. Satu-satunya hotel di Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Nursalam mengatakan, pembahasan dengan PT TBI masih dalam rangka presentasi. Akan dikaji lebih mendalam dengan pihak Pemkot Bontang. “Itu masih presentasi. Akan dikaji lagi seperti apa. Kami kan ingin masing-masing saling menguntungkan,”  ujarnya.

Berkaitan profil PT TBI, Nursalam optimistis dengan investasi tersebut dapat dicanangkan. Pembahasan ini dilakukan pada hari Senin (7/8) di Ruang Rapat III Sekretariat DPRD. “Sungguh luar biasa ketika melihat pengalamannya, dan saya yakin mampu melakukan itu,” pungkasnya. (*/ak)

3 Opsi yang Ditawarkan PT TBI

FMO
1. Semua biaya yang akan timbul dalam operasional dan renovasi menjadi tanggung jawab Pemkot
2. PT TBI menerima Joining Fee dari Pemkot Bontang sebesar Rp 800.000.000 setiap awal masa kontrak baru
3. Satu kali jangka waktu kontrak adalah 5 tahun dan dapat diperpanjang melalui kesepakatan bersama
4. Sistem pembagian revenue : PT TBI 15% dan Pemkot Bontang 85%

BOT
1. Semua biaya yang keluar baik untuk renovasi maupun semua kebutuhan biaya operasional akan menjadi tanggung jawab dari PT TBI
2. Sistem bagi hasil :
– PT TBI akan mendapatkan 80% dari total revenue perbulan
– Pemkot Bontang akan mendapatkan 20% yang akan diambil dari Nett Revenue
3. Jangka waktu kerjasama selama 30 tahun dan dapat diperpanjang

Kontribusi Tetap
1. PT TBI memberikan kontribusi tetap kepada Pemkot Bontang sebesar Rp 200.000.000 tiap tahunnya
2. Pemkot Bontang tetap akan mendapatkan 5% dari hasil Nett Revenue setiap bulannya
3. Semua biaya yang akan timbul selama operasional akan menjadi tanggung jawab PT TBI
4. Jangka waktu kerjasama selama 30 tahun dan dapat diperpanjang

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button