Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Desak Percepatan NPK Cluster

50 RT se-Loktuan Beri Dukungan

BONTANG – Dukungan percepatan pembangunan pabrik NPK Cluster milik PT Pupuk Kaltim,  mengalir dari 50 RT se-Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara. Dukungan ini dibuktikan dalam pertemuan antar RT yang digelar di Balai Pertemuan Kelurahan Loktuan, Minggu (13/8) kemarin. Pada pertemuan tersebut, perwakilan RT sepakat akan terus mendukung langkah perusahaan dan Pemkot Bontang untuk menyelesaikan semua tahapan yang sedang berjalan.

Pertemuan itu digagas sebagai bentuk kegelisahan masyarakat ihwal dinamika yang terjadi selama ini. Mereka beranggapan, polemik antara sejumlah warga yang tinggal berdekatan dengan pabrik yang akan dibangun tak berujung. Sehingga menjadi batu sandungan manakala proyek tersebut ingin dikebut.

“Kami masyarakat Loktuan, memandang perlu persaoalan ini harus diselesaikan dengan tuntas. Karena kami menyadari keberadaan PT Pupuk Kaltim merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Bontang, khususnya kami yang warga Bufferzone. Makanya kami mendorong rencana pembangunan pabrik NPK Cluster agar bisa secepat terealisasi,” ungkap Haris Hafid, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), sekaligus penggagas pertemuan tersebut.

Menurut dia, pada prinsipnya masyarakat Loktuan mendukung penuh hasrat PT Pupuk Kaltim dalam memperluas cakupan bisnis usahanya. Namun dengan catatan,  perusahan diminta memperhatikan masyarakat penerima dampak,  bilamana  pabrik nantinya beroperasi.

Kedua, mereka meminta  dalam perekrutan tenaga kerja warga penerima dampak (Loktuan dan Guntung) pada saat pelaksanaan konstruksi maupun pasca pabrik sudah beroperasi agar diprioritaskan.

“Oleh karenanya kami menyatakan dukungan, dengan berbagai permintaaan yang sekiranya dapat menjadi kesepakatan antara pihak Pupuk Kaltim dan kami masyarakat penerima dampak langsung,” ungkapnya.

Terkait belum adanya titik temu dengan dua RT  yakni 46 dan 47, dia menilai penolakan tersebut bukanlah representasi dari masyarakat Loktuan. Sebab dari 52 RT, ke-50 sudah sepakat dan mendukung. “UKL-UPL sudah diterbitkan, artinya proses sudah clear. Masak kita harus korbankan penduduk 20 ribu. Forum yang menolak itu awalnya banyak yang dukung, tapi dalam perjalanan sudah banyak yang kehilangan simpati,” ungkapnya.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button