Kaltim

Kurban Jokowi untuk Kaltim

Islamic Center Penuh Sesak, Beberapa Anak ‘Hilang’

10SAMARINDA – Presiden Joko Widodo ikut mewarnai perayaan Iduladha 1438 Hijriah di Kota Tepian. Yaitu lewat kurban seekor sapi di Masjid Baittul Muttaqien Islamic Center Kaltim. Hal ini terungkap dalam salat Iduladha yang digelar di masjid terbesar kedua di Asia Tenggara tersebut pada Jumat (1/9) kemarin.

“Iduladha adalah momen kebersamaan. Termasuk Presiden Joko Widodo ikut dalam perayaan Iduladha di Kaltim, dengan berkurban seekor sapi di Islamic Center,” kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi dalam sambutannya mewakili Gubernur Kaltim sebelum salat Iduladha dimulai.

Rusmadi yang pada kesempatan itu salat di saf pertama menjelaskan, selain presiden, para pejabat di Kaltim turut memberikan kurban di Islamic Center. Yaitu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal, serta Rusmadi sendiri selaku sekprov. “Masing-masing satu ekor sapi,” tambah Rusmadi.

Dalam sambutannya, dia menyebut kewajiban berkurban dalam Iduladha merupakan wujud kebersamaan masyarakat. Kebersamaan itu tercermin dalam kegiatan masyarakat berbagi daging kurban kepada warga yang kurang mampu. Karenanya dia berpesan kebersamaan yang telah terjalin khususnya di tengah-tengah masyarakat Kaltim bisa terus dijaga.

“Jangan sampai ada pihak-pihak dan ideologi-ideologi yang berupaya menghilangkan suasana kebersamaan ini,” sambungnya.

Dimulai sekira pukul 07.30 Wita, salat Iduladha di Islamic Center diikuti puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di Samarinda. Saking padatnya, area parkir Islamic Center pun penuh sesak. Sampai-sampai, beberapa kendaraan roda empat yang dibawa jemaah mesti diparkir di tengah jalan umum. Di dalam masjid, para jemaah mengisi setiap lantai hingga meluber ke koridor sayap masjid.

Bukan hanya itu, dari pengamatan Metro Samarinda, penuhnya masjid membuat beberapa anak sempat terpisah dari orang tuanya. Tak ayal selepas khotbah Iduladha yang dibawakan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kaltim Bunyamin Alamsyah, pihak penyelenggara beberapa kali mengumumkan informasi anak hilang.

“Kami belum mengetahui namanya. Bagi jemaah yang merasa kehilangan anak, bisa langsung datang menjemput,” ujar salah seorang panitia melalui pengeras suara.

Salat yang diimami ustaz Mursalin Al Hafidz ini sendiri secara garis besar berjalan tertib dan lancar. Sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, keikhlasan pengorbanan Nabi Ibrahim kepada Allah menjadi materi utama khotbah. (luk)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button