Breaking News

Waspada Penyalahgunaan Obat Keras, Berlebihan, Bisa Timbulkan Halusinasi 

SANGATTA – Kasus tidak sadarkan diri sejumlah remaja di Kendari Sulawesi Tenggara patut menjadi perhatian. Pasalnya, akibat mengkonsumsi minuman keras yang dicampur dengan beberapa jenis obat keras membuat para remaja itu terpaksa harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum setempat.

Melihat hal itu, masyarakat Kutim diimbau untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anaknya. Jangan sampai karena lemahnya pengawasan membuat anak justru terlibat kasus penyalahgunaan obat keras yang justru dapat mengancam nyawanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani Hasanal mengakui, beberapa jenis obat seperti  jenis Somadril, PCC dan Tramadol termasuk kategori obat keras. Penjualannya pun dibatasi dan hanya boleh di Apotek.

“Harus sesuai dengan resep dokter. Obat jenis tersebut diperuntukan untuk mengobati nyeri hebat namun apabila dikonsumsi berlebihan maka menimbulkan efek samping halusinasi,” terang Bahrani.

Kepada pengelola apotek, dia mengingatkan, untuk tidak mudah menjual obat-obat daftar G seperti somadril, pcc dan tramadol. Karena, cukup berbahanya jika disalahgunakan.

“Jika ada, kami tidak segan-segan menindak.  Karena obat itu boleh dikata ada narkobanya. Namun dalam batas tertentu,” sebut Bahrani.

Seperti diketahui, sejumlah warga Kendari dikabarkan menjalani perawatan khusus di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari – Sulawesi Tenggara, setelah meminum tramadol yang dioplos dengan somadril dan PCC.

Tramadol bernama paten Somadril ini nama generiknya  carisoprodol. Obat ini digolongkan sebagai obat pelemas otot yang bekerja secara sentral dan digunakan untuk mengatasi nyeri otot seperti  nyeri punggung bawah.

Efek samping tramadol mengenai sistem saraf pusat, saluran cerna, dan kardiovaskuler, meliputi  tremor, nervous, pusing, mengantuk, kegelisahan, depresi, mual, muntah, dan jantung berdebar.

Obat tramadol ini sejatinya bermanfaat untuk kesehatan, namun pemakaian tramadol tanpa resep dokter semakin merebak. (aj)

Tags

Related Articles

Back to top button