Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Advertorial

Bicara Pembangunan Kaltim, Rusmadi Wongso: Infrastruktur Prasyarat Daerah Berkembang

BERASAL dari akademisi dan birokrasi membuat Rusmadi Wongso paham benar bagaimana pembangunan suatu daerah mesti dijalankan. Khususnya di bumi etam Kaltim yang menjadi tanah kelahirannya. Dia meyakini pembangunan infrastruktur menjadi prasyarat membawa Kaltim menjadi lebih baik.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Ditunjuk menjadi sekretaris provinsi (Sekprov) Kaltim, membuat Rusmadi akrab dengan berbagai program pembangunan. Program-program yang dicanangkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dikawalnya dengan penuh perhatian. Berbekal perencanaan matang serta pelaksanaan yang terfokus, satu persatu program yang berpihak pada masyarakat pun terwujud.

Membangun perekonomian menjadi salah satu prioritas utama di masa pemerintahan Awang Faroek. Hal ini disadari benar oleh Rusmadi. Saat ini kondisi perekonomian yang masih digerakkan industri migas dan batu bara perlahan mulai dialihkan pada sektor-sektor lain yang berkelanjutan.

“Sekarang kan ekonomi Kaltim masih digerakkan migas dan batubara. Porsinya masih 62 persen. Sementara sektor lain yang sudah mulai bergerak yaitu sektor transportasi. Walaupun transportasi itu bukan sektor riil, tetapi imbas dari sektor riil,” ungkap Rusmadi kepada Metro Samarinda.

Rusmadi memaparkan, pemprov punya harapan besar menurunkan kontribusi migas dan batu bara dalam perekonomian di Kaltim. Diharapkan pada tahun 2030, didapati titik temu terjadinya keseimbangan antara sektor migas-batu bara dengan sektor-sektor ekonomi kaltim non migas- batubara.

“Jadi kalau 10 tahun yang lalu kontribusinya (migas-batu bara) masih 75 persen, sekarang sudah di posisi 62 persen. Jadi ada penurunan 13 persen,” jelasnya.

Upaya mengimbangi tersebut di antaranya dengan menggiatkan sektor-sektor ekonomi lainnya. Pertanian menjadi sektor riil lain yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Meski belum memberikan kontribusi yang besar, namun sudah mengalami peningkatan. Bila satu dekade yang lalu peningkatannya sebesar lima persen, kini kontribusinya sudah mencapai delapan persen.

1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button